Jumat 13 Mar 2026 15:13 WIB

Rismon Akui Keaslian Ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Wapres Gibran

Rismon mengaku telah melakukan berbagai metode penelitian untuk membuktikan.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Mas Alamil Huda
Roy Suryo bersama Rismon Sianipar tiba di Gedung Direskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.16 WIB dengan didampingi kuasa hukumnya, Kamis (13/11/2025). Roy Suryo hadir memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).
Foto: Republika/Prayogi
Roy Suryo bersama Rismon Sianipar tiba di Gedung Direskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.16 WIB dengan didampingi kuasa hukumnya, Kamis (13/11/2025). Roy Suryo hadir memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Di tengah polemik keaslian ijazah Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming, Ahli Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar menyatakan bahwa dokumen tersebut asli berdasarkan hasil pengujiannya secara ilmiah. Hal ini disampaikan Rismon kepada awak media, usai menemui Wapres Gibran.

“Iya, asli,” ujar Rismon di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 6, Jakarta Pusat, Jumat (13/02/2026).

Baca Juga

Rismon menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan berbagai metode penelitian untuk membuktikan keaslian ijazah Jokowi dan Gibran yang sempat menjadi perdebatan publik.

“Daripada saya disorak-soraki, seolah-olah jadi pahlawan, pahlawan kebenaran, pahlawan ini itu, tetapi menyembunyikan kebenaran itu. Karena sudah saya uji dengan 3 variabel, yaitu 2 variabel geometri, translasi, rotasi, dan pencahayaan. Itu semua mengoreksi temuan saya,” terangnya.

Pada kesempatan ini, Rismon juga menyampaikan bahwa dirinya siap untuk membuktikan metode penelitiannya, baik secara pribadi maupun secara terbuka, termasuk kepada rekan-rekannya yang masih meragukan keaslian ijazah tersebut. Menurutnya, penting untuk mengungkapkan kepada publik mengenai keaslian ijazah Jokowi dan Gibran sesuai dengan temuan yang diperolehnya.

”Jangan sembunyikan lah, ayolah. Meskipun awalnya kalian akan dianggap pengkhianat, itu akan lebih ringan daripada kalian sembunyikan,” tuturnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement