Kamis 12 Mar 2026 14:06 WIB

Tarif Transjabodetabek Blok M-Soetta Rp 3.500 Hanya Berlaku Tiga Bulan Pertama, Ini Alasannya

Pramono bakal menaikkan tarif Transjabodetabek rute SH2 setelah tiga bulan.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Mas Alamil Huda
Gubernur Jakarta Pramono Anung meresmikan Transjabodetabek rute SH2 (Blok M-Bandara Soekarno-Hatta) di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).
Foto: REPUBLIKA/Bayu Adji Primmanda
Gubernur Jakarta Pramono Anung meresmikan Transjabodetabek rute SH2 (Blok M-Bandara Soekarno-Hatta) di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta telah resmi mengoperasikan Transjabodetabek rute SH2 (Blok M-Bandara Soekarno-Hatta/Soetta) dengan tarif Rp 2.000 pukul 05.00-07.00 WIB dan Rp 3.500 pukul 07.00-22.00 WIB. pada Kamis (12/3/2026). Namun, tarif normal itu hanya berlaku hingga untuk tiga bulan pertama rute baru tersebut.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya bakal menaikkan tarif Transjabodetabek rute SH2 setelah tiga bulan beroperasi. Rencananya, tarif baru yang akan dikenakan khusus layanan dengan rute Blok M-Soetta itu berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu.

Baca Juga

"Setelah itu (tiga bulan) kami akan melakukan evaluasi, karena memang bebannya terlalu berat dan juga subsidinya terlalu besar, kami akan menaikkan angkanya, range-nya antara Rp 10 ribu sampai dengan Rp 15 ribu," kata Pramono di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis.

Menurut dia, terdapat beberapa alasan yang membuat Pemprov Jakarta mesti memperlakukan tarif yang lebih mahal untuk rute ke bandara itu. Salah satunya adalah karena biaya operasional yang besar.

Pramono menilai, panjang lintasan yang dilalui Transjabodetabek rute SH2 itu cukup panjang, yaitu mencapai 65,1 kilometer. Selain itu, pihaknya juga harus melakukan modifikasi bus untuk melayani rute itu.

"Sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan dan juga di Terminal 1, 2, 3 tentunya juga bus parkir itu kan enggak gratis gitu ya, ada biaya-biaya yang harus ditanggung. Dan itulah yang sedang kami finalisasi, kami lakukan perhitungan," kata dia.

Meski nantinya akan memiliki tarif yang lebih mahal, Pramono menilai, layanan Transjabodetabek dari Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta dan sebaliknya itu dinilai masih jauh lebih murang dibandingkan moda transportasi lain dengan rute yang sama. Bahkan, harganya tidak sampai setengahnya.

"Tapi saya meyakini kalau katakanlah ini bisa Rp 15 ribu saja dibandingkan Damri yang Rp 80 ribu maupun taksi yang Rp 200 ribu lebih ataupun melalui Gocar yang rata-rata di atas Rp 125 ribu, saya yakin pasti ini akan menjadi favorit alternatif orang untuk menggunakan Transjabodetabek," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement