Rabu 11 Mar 2026 14:50 WIB

Korut Dukung Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Kecam Keras Agresi AS-Israel

Serangan AS membuat ketidakstabilan di seluruh dunia.

Mojtaba  Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang ditunjuk menggantikan ayahnya.
Foto: Reuters
Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang ditunjuk menggantikan ayahnya.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Korea Utara mengumumkan dukungannya terhadap pilihan Iran atas Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara. Korut juga mengecam serangan AS-Israel terhadap Iran. Demikian dilaporkan media pemerintah, Rabu.

Pyongyang menyatakan menghormati pilihan Majelis Pakar untuk memilih Khamenei yang diangkat sebagai pemimpin tertinggi baru pada 8 Maret, setelah pembunuhan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Baca Juga

"Sehubungan dengan pengumuman resmi baru-baru ini bahwa Majelis Pakar Iran telah memilih pemimpin baru Revolusi Islam, kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memilih pemimpin tertinggi mereka," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Juru bicara tersebut melanjutkan bahwa pemerintahnya menyatakan keprihatinan serius dan mengecam keras tindakan agresi AS dan Israel yang menghancurkan fondasi perdamaian dan keamanan regional. Serangan AS juga meningkatkan ketidakstabilan di seluruh dunia dengan melancarkan serangan militer ilegal terhadap Iran.

Eskalasi di Timur Tengah meningkat ketika Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.200 orang hingga saat ini.

Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel bersama dengan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menewaskan delapan anggota militer AS.

Paman Sam telah menolak kepemimpinan Mojtaba Khamenei. Presiden AS Donald Trump ingin agar pemimpin Iran yang baru mesti mendapat restu dari Amerika. 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 Mengecam PBB

 

sumber : Antara/Anadolu
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement