Selasa 10 Mar 2026 20:41 WIB

Serangan Zionis Israel ke Wilayah Lebanon Sasar Pusat Kebudayaan Rusia

Gedung tersebut bentuk kerja sama lintas sipil antara Pemerintahan Beirut dan Moskow.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Mas Alamil Huda
Sebuah proyektil (L-top) diluncurkan saat asap mengepul setelah serangan udara Israel di Bourj Al Barajneh, di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 2 Maret 2026.
Foto: EPA/WAEL HAMZEH
Sebuah proyektil (L-top) diluncurkan saat asap mengepul setelah serangan udara Israel di Bourj Al Barajneh, di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 2 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT — Serangan Zionis Israel ke wilayah Lebanon menghantam Pusat Kebudayaan Rusia. Gedung Kebudayaan Rossotrudnichestvo yang berada di Kota Nabaieh Selatan itu roboh setelah bom zionis menghantam wilayah tersebut pada akhir pekan lalu.

Belum diketahui berapa jumlah korban dalam serangan tersebut. Akan tetapi penyerangan yang dilakukan penjajah zionis ke wilayah Lebanon sejak awal peperangan Zionis-Amerika Serikat (AS) dengan Iran, telah menelan korban sipil ratusan jiwa.

Baca Juga

“Israel melakukan tindakan agresi dan provokasi setelah pasukan Israel menyerang pusat kebudayaan Rusia di Lebanon,” begitu tulis RT News yang dikutip Selasa (10/3/2026).

Gedung Pusat Kebudayaan Rusia di Kota Nabatieh Selatan, yang berada di Lebanon bernama Rossotrudnichestvo. Gedung tersebut merupakan bentuk kerja sama lintas sipil antara Pemerintahan Beirut dan Moskow.

“Rossotrudnichestvo menekankan bahwa pusat kebudayaan tersebut, tidak terlibat dalam aktivias militer apapun. Dan bahwa serangan itu tidak dapat dibenarkan,” begitu tulis kantor berita Rusia itu.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement