Ahad 08 Mar 2026 23:01 WIB

Menlu Iran: Kami tak akan Menyerah tanpa Syarat, Kami akan Terus Melawan

Menlu Iran Abbas Araghchi merespons tuntutan menyerah tanpa syarat dari Trump.

Demonstran Iran memprotes serangan AS-Israel, di Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026).
Foto: Majid Asgaripour/WANA/Reuters
Demonstran Iran memprotes serangan AS-Israel, di Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran menolak tuntutan Amerika Serikat (AS) agar menyerah tanpa syarat dan menegaskan akan terus mempertahankan diri selama diperlukan, kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Ahad (8/3/2026). Pada Jumat (6/3/2026), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS tidak akan menandatangani perjanjian apa pun dengan Iran dan tidak akan menerima apa pun selain “penyerahan tanpa syarat”.

“Kami tidak pernah menyerah. Kami tidak akan menyerah tanpa syarat, dan kami akan terus melawan selama diperlukan," kata Araghchi kepada penyiar NBC News.

Baca Juga

"Kami terus mempertahankan diri dan kami membela wilayah kami, rakyat kami, serta martabat kami. Martabat kami tidak untuk diperjualbelikan,” kata Araghchi.

Araghchi menambahkan bahwa Iran menilai masih terlalu dini untuk membahas syarat-syarat gencatan senjata dengan AS pada tahap saat ini.

“Harus ada pengakhiran perang secara permanen. Dan selama hal itu belum tercapai, saya pikir kami perlu terus berjuang demi rakyat kami dan keamanan kami,” ujar Araghchi.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement