REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — DPD Partai Demokrat Provinsi Jakarta mulai menyiapkan langkah menghadapi Pemilu 2029. Partai tersebut melakukan konsolidasi internal untuk menjaga basis massa di tingkat akar rumput.
Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jakarta Mujiyono mengatakan, konsolidasi dilakukan untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat organisasi menjelang agenda politik mendatang. Salah satu upaya yang dilakukan ialah menjaga jaringan relawan yang tergabung dalam Rumah Aspirasi Mujiyono (RAM).
“Konsolidasi itu tidak harus selalu diskusi. Berkumpul bersama, menjaga perserikatan dan kebersamaan juga merupakan konsolidasi. Apalagi ini dilakukan di bulan Ramadan, jadi sekalian kita buka puasa bersama,” kata Mujiyono, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Gorga 2 Pondok Bambu, Jakarta Timur. Dalam kesempatan itu Mujiyono juga memberikan santunan dan bingkisan Lebaran kepada anggota RAM dan relawan.
Menurut Mujiyono, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat ikatan persaudaraan dan solidaritas di antara relawan. Langkah ini juga dinilai penting untuk menjaga militansi jaringan relawan di tingkat masyarakat.
Sekretaris Komisi A DPRD Provinsi Jakarta itu mengatakan, silaturahim menjadi fondasi penting dalam membangun kekuatan organisasi. Karena itu, kegiatan serupa akan terus dilakukan menjelang momentum Pemilu 2029.
“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah awal untuk mempersiapkan kekuatan politik menuju tahun politik 2029. Namun untuk saat ini, kami memilih fokus membenahi organisasi di tingkat daerah pemilihan,” kata Mujiyono.
Mujiyono mengatakan, persiapan internal sudah mulai dilakukan sejak dini. Hingga saat ini timnya telah menyiapkan lebih dari 1.000 saksi tempat pemungutan suara (TPS) di daerah pemilihan 5 Jakarta Timur.
Namun, jumlah tersebut masih jauh dari target yang ingin dicapai menjelang Pemilu 2029. Mujiyono menargetkan sekitar 9.000 relawan dan saksi TPS di berbagai wilayah Jakarta Timur yang menjadi basis daerah pemilihannya.
Mujiyono menegaskan kegiatan tersebut digelar secara sederhana dan serentak di sejumlah wilayah Jakarta. Selain konsolidasi politik, kegiatan juga dilakukan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Kami tidak perlu berhitung soal elektabilitas. Yang penting ikhlas membantu masyarakat. Insya Allah ini menjadi amal baik dan membawa manfaat bagi masyarakat,” kata Mujiyono.