REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong hadirnya lebih banyak ruang kreatif bagi generasi muda di Jakarta. Menurut dia, ruang kreatif itu merupakan bagian dari pembangunan kota yang inklusif.
AHY menilai, sebuah kota dianggap modern tidak hanya diukur dari pembangunan fisik seperti jalan dan jembatan. Lebih dari itu, sambung dia, ketersediaan ruang bagi anak muda untuk berkembang, berkreasi, dan berekspresi, juga perlu dihadirkan.
"Kami berharap ke depan hadir sentra-sentra kreatif yang memberikan ruang lega bagi generasi muda Indonesia, khususnya di Jakarta, untuk terus berkreasi dan mengekspresikan karya-karyanya. Ini adalah ciri kota modern dan kota maju," ujarnya saat berdialog dengan generasi Z di Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (5/3/2026).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu mengatakan, aspirasi anak muda perlu menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan kota. Dengan begitu, kata AHY, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya menjadikan generasi muda sebagai objek, melainkan juga sebagai subjek pembangunan.
Menurut AHy, generasi Z saat ini memiliki keberanian dan daya kritis yang tinggi dalam menyampaikan aspirasi. Hal itu penting bagi para pengambil kebijakan, termasuk pemerintah yang bertanggung jawab terhadap pembangunan infrastruktur.
"Ke depan anak-anak muda kita adalah generasi yang kritis dan berani menyuarakan aspirasi. Itu penting bagi para pengambil keputusan, termasuk kami yang diberi amanah mengawal pembangunan infrastruktur," ujar AHY.
Dia menambahkan, pembangunan kota yang semakin modern harus tetap mempertahankan identitas lokal. AHY menyebut, Jakarta dapat menjadi kota global tanpa kehilangan karakter dan budaya yang menjadi ciri khasnya.
"Bolehlah kotanya global, tetapi tetap harus punya akar yang kuat pada karakteristik dan keunikan lokal. Jadi global, tapi tetap kuat pada identitas Indonesia maupun daerah kita," katanya.