REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Televisi Negara Iran dilansir Al Mayadeen pada Kamis (5/3/2026) melaporkan bahwa drone-drone mereka menghantam kapal induk USS Abraham Lincoln. Tidak hanya kapal induk, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga menargetkan empat kapal penjelajah pada Senin lalu.
Menyusul serangan itu, USS Abraham Lincoln dilaporkan bergerak menjauh dari posisi sebelumnya dan bergeser ke arah tenggara Samudera India. Menurut juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, USS Abraham Lincoln dihajar oleh drone-drone Iran saat bergerak mendekat sekitar 340 kilometer dari perairan Iran dan diduga sebagai upaya AS untuk mengontrol Selat Hormuz.
Juru bicara itu mengatakan, USS Abraham Lincoln segera mundur dari area Selat Hormuz setelah dihantam drone, dikawal oleh kapal-kapal penghancur. IRGC mengeklaim USS Abraham Lincoln telah mundur sejauh 1.000 kilometer.
Sebelumnya pada Ahad, IRGC mengatakan bahwa mereka menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln di Teluk. Balasan ini setelah serangan AS dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut.
“Kapal induk AS Abraham Lincoln diserang oleh empat rudal balistik,” kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media lokal. Garda memperingatkan bahwa “darat dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris.”
Lihat postingan ini di Instagram




