Kamis 05 Mar 2026 08:47 WIB

AS Sebut Spanyol Izinkan Pangkalannya untuk Serang Iran Usai Diancam Trump, Ini Bantahan Menlu

PM Spanyol menegaskan, dia tak akan jadi kaki tangan yang buruk bagi dunia.

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares
Foto: EPA-EFE/MARCIAL GUILLEN
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID — Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Spanyol mengalami krisis setelah kedua negara saling melontarkan pernyataan kontradiktif terkait penggunaan pangkalan militer. Madrid secara tegas menolak memberikan izin kepada angkatan bersenjata AS untuk menggunakan fasilitas militer di wilayahnya guna melancarkan operasi di Timur Tengah.

Perselisihan ini meruncing pada Rabu (4/3/2026) ketika Gedung Putih mengeklaim bahwa Pemerintah Spanyol telah melunak dan bersedia membantu AS. Meski demikian, pernyataan tersebut langsung dibantah keras oleh Menteri Luar Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares.

Baca Juga

"Saya menyanggah pernyataan juru bicara Gedung Putih tersebut," tegas Albares dalam wawancara dengan stasiun radio Cadena Ser seperti dilansir dari AP News, Kamis (5/3/2026)."Posisi pemerintah Spanyol mengenai perang di Timur Tengah, pengeboman terhadap Iran, dan penggunaan pangkalan kami tidak berubah sedikit pun."

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menegaskan prinsip negaranya dengan menyatakan bahwa pemerintahannya tidak akan "menjadi kaki tangan dalam sesuatu yang buruk bagi dunia."

 
Pernyataan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez soal kebijakan mengirimkan kapal perang mengawal Armada Sumud, Rabu (24/9/2025).

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement