Rabu 04 Mar 2026 21:58 WIB

UEFA Tolak Banding, Galatasaray tanpa Suporter Saat Bertandang ke Liverpool

Pendukung Galatasaray dilaporkan melempar benda ke arah tribun fans Juventus.

Sacha Boey (kanan) dari Galatasaray mencetak gol kemenenangan timnya menjadi 5-2 atas Juventus dalam pertandingan leg pertama babak playoff Liga Champions UEFA di Istanbul, Turki, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.
Foto: EPA/TOLGA BOZOGLU
Sacha Boey (kanan) dari Galatasaray mencetak gol kemenenangan timnya menjadi 5-2 atas Juventus dalam pertandingan leg pertama babak playoff Liga Champions UEFA di Istanbul, Turki, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Galatasaray dipastikan tidak bisa menjual tiket kepada pendukungnya untuk laga tandang Liga Champions melawan Liverpool, bulan ini. Kepastian itu datang setelah Badan Banding UEFA menolak upaya banding klub asal Turki tersebut.

Sanksi dijatuhkan menyusul insiden yang terjadi saat laga tandang ke markas Juventus di Turin pekan lalu. Pendukung Galatasaray dilaporkan melempar benda ke arah tribun lawan, menyalakan kembang api, serta memicu gangguan di stadion.

Baca Juga

Sejumlah media menyebut seorang pria dan putrinya mengalami luka akibat lemparan kembang api ke arah suporter Juventus. Pertandingan itu sendiri berlangsung dramatis. Juventus, yang harus bermain dengan 10 orang, mampu membalikkan ketertinggalan tiga gol dari kekalahan 2-5 pada leg pertama dan memaksa laga berlanjut ke perpanjangan waktu.

Namun, Galatasaray akhirnya memastikan tiket ke babak 16 besar setelah mencetak dua gol tambahan di extra time untuk mengunci agregat 7-5.

Selain larangan penjualan tiket kepada fans mereka pada laga kandang berikutnya, juara Turki itu juga dijatuhi denda 40 ribu euro oleh Komite Disiplin UEFA atas perilaku suporternya.

Dengan banding yang resmi ditolak pada Rabu, duel di markas Liverpool akan digelar tanpa kehadiran pendukung tim tamu di tribune penonton Anfield. Liverpool dijadwalkan bertandang ke Istanbul pada Rabu (11/3/2026), sementara leg kedua akan berlangsung 19 Maret WIB.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement