Ahad 01 Mar 2026 15:31 WIB

Persiapan Mudik Lebaran 2026: Delay System di Bakauheni, Mitigasi Cuaca, dan Atensi Khusus Gorontalo

Menhub menggelar rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran dengan sejumlah pemda.

Kendaraan melintas setelah keluar dari kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (5/4/2025). Berdasarkan data PT ASDP Cabang Bakauheni pada 4 April 2025 selama 24 jam, jumlah penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Panjang, BBJ Muara Pilu, dan Wika Beton sebanyak 104.751 orang dengan total kendaraan mencapai 27.709 unit, sementara puncak arus balik Lebaran diprediksi akan terjadi pada 5-6 April 2025.
Foto: ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto
Kendaraan melintas setelah keluar dari kapal di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (5/4/2025). Berdasarkan data PT ASDP Cabang Bakauheni pada 4 April 2025 selama 24 jam, jumlah penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Panjang, BBJ Muara Pilu, dan Wika Beton sebanyak 104.751 orang dengan total kendaraan mencapai 27.709 unit, sementara puncak arus balik Lebaran diprediksi akan terjadi pada 5-6 April 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Lampung menyiapkan strategi pengaturan lalu lintas berupa delay system untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di sekitar Pelabuhan Bakauheni. Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menjelaskan skema ini bersifat situasional, diterapkan sesuai volume kendaraan di lapangan.

“Delay system kami siapkan sebagai langkah pengendalian. Jika kepadatan mencapai level kuning, antrean hingga KM 4, kendaraan diarahkan menunggu di rest area tol, kantong parkir, atau buffer zone di jalur lintas tengah, timur, dan barat menuju Bakauheni,” kata Helfi di Bandarlampung, Sabtu.

Baca Juga

Pola pengendalian mengacu indikator tiga level: hijau, kuning, dan merah. Selain itu, skrining tiket penyeberangan dilakukan di rest area Tol Lampung (KM 49 dan KM 20) serta ruas jalan arteri, memastikan kelancaran proses dan membantu pemudik yang belum punya tiket sebelum tiba di pelabuhan.

Polda Lampung mengimbau pemudik merencanakan perjalanan matang, memastikan tiket kapal, dan mematuhi arahan petugas demi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya mitigasi bencana terkait cuaca tidak bersahabat di beberapa wilayah Indonesia selama angkutan Lebaran 2026. “Kami sudah siapkan seluruh moda transportasi, tapi cuaca sampai April masih berpotensi hujan. Koordinasi dengan BMKG terus dilakukan untuk monitoring dan antisipasi,” kata Dudy di Mataram, NTB, Sabtu.

Ditemani Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Menhub menggelar rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran dengan Pemprov, kabupaten/kota, dan pemangku kepentingan. Iqbal menegaskan kesiapan transportasi udara, laut, dan darat di NTB, dengan percepatan perbaikan jalan satu minggu sebelum Lebaran sesuai arahan pusat. “Semua sudah siap, kami dukung kelancaran mudik dengan rasa aman dan berkeselamatan bagi pemudik,” katanya.

Dudy juga memberi atensi khusus penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 di Provinsi Gorontalo, dengan prediksi 340 ribu pemudik tujuan daerah itu. Dalam rapat koordinasi di VIP Terminal Lama Bandara Djalaludin, Gorontalo, Sabtu, ia menyatakan jumlah tersebut cukup signifikan dan harus dikelola baik untuk keselamatan dan kelancaran.

“Gorontalo punya karakteristik khusus terkait mobilitas Lebaran, baik di Bandara Djalaludin maupun titik penyeberangan. Kita tidak bisa memandang sebelah mata,” ujar Dudy. Survei nasional Kemenhub memprediksi total pergerakan masyarakat 143,91 juta orang (50,60 persen penduduk Indonesia), turun 1,75 persen dari tahun sebelumnya, tapi tetap perlu diantisipasi lonjakan seperti 2025.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement