Jumat 27 Feb 2026 10:41 WIB

Lancarkan Serangan Udara, Pakistan Bombardir Ibu Kota Kabul

Hubungan antara Pakistan dan Afghanistan telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir

Rep: Teguh/ Red: Teguh Firmansyah
Pejabat keamanan Taliban dan warga setempat memeriksa lokasi dugaan serangan udara Pakistan di dekat perbatasan kedua negara di Nangarhar, Afghanistan, 22 Februari 2026.
Foto: EPA/SAMIULLAH POPAL
Pejabat keamanan Taliban dan warga setempat memeriksa lokasi dugaan serangan udara Pakistan di dekat perbatasan kedua negara di Nangarhar, Afghanistan, 22 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pakistan membombardir ibu kota Afghanistan, Kabul, dan dua provinsi lainnya pada Jumat (27/2/2026) beberapa jam setelah serangan lintas perbatasan. Ini adalah eskalasi kekerasan terbaru antara kedua negara tetangga yang bergejolak setelah menandatangani gencatan senjata  dimediasi Qatar pada tahun 2025.

Seperti dilaporkan the Guardian, setelah berbulan-bulan bentrokan saling balas, pasukan Afghanistan menyerang pasukan perbatasan Pakistan pada Kamis malam dalam apa yang dikatakan pemerintah Taliban sebagai pembalasan atas serangan udara mematikan sebelumnya.

Baca Juga

Beberapa jam kemudian, setidaknya tiga ledakan terdengar di Kabul pada Jumat pagi. Tetapi tidak ada informasi langsung tentang lokasi pasti serangan di ibu kota Afghanistan, atau tentang kemungkinan korban jiwa.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pada Jumat bahwa angkatan bersenjata Pakistan dapat 'menghancurkan' para agresor, menyusul serangan udara di negara tetangga Afghanistan.

"Pasukan kami memiliki kemampuan penuh untuk menghancurkan ambisi agresif apa pun," kata Sharif dikutip halaman X pemerintah Pakistan.

"Seluruh bangsa berdiri bahu-membahu dengan angkatan bersenjata Pakistan," katanya.

Hubungan antara kedua negara tetangga telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Penyeberangan perbatasan darat antara kedua negara sebagian besar ditutup sejak pertempuran mematikan pada Oktober yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua belah pihak.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement