Kamis 26 Feb 2026 09:56 WIB

Mantan Wamenlu Minta Pemerintah Jelaskan Pasukan TNI di Gaza akan Kenakan Helm Biru atau tidak

Helm biru biasa menandakan pasukan perdamaian PBB.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Andri Saubani
Pasukan Kontingen Garuda UNIFIL melakukan defile usai mengikuti upacara Pelepasan Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL 2025 di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta, Rabu (9/4/2025). Sebanyak 1.090 personel Satgas TNI akan bertugas selama satu tahun di Lebanon, untuk mendukung misi perdamaian PBB. Personel yang diberangkatkan terdiri dari tujuh satuan tugas yaitu Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Konga XXIII-S, Satgas Force Headquarter Support Unit (FHQSU) TNI Konga XXVI-Q, Satgas Military Police Unit (MPU) TNI Konga XXV-Q, Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU) TNI Konga XXX-O, Satgas Civil Military Coordination (CIMIC) TNI Konga XXX-O, Satgas Rumah Sakit (Hospital) TNI Konga XXIX-P, dan Satgas Milstaff Seceast TNI Konga UNIFIL. Satgas tersebut selain sebagai penjaga perdamaian di daerah konflik juga berperan sebagai duta bangsa di kancah internasional dengan memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Pasukan Kontingen Garuda UNIFIL melakukan defile usai mengikuti upacara Pelepasan Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL 2025 di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta, Rabu (9/4/2025). Sebanyak 1.090 personel Satgas TNI akan bertugas selama satu tahun di Lebanon, untuk mendukung misi perdamaian PBB. Personel yang diberangkatkan terdiri dari tujuh satuan tugas yaitu Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Konga XXIII-S, Satgas Force Headquarter Support Unit (FHQSU) TNI Konga XXVI-Q, Satgas Military Police Unit (MPU) TNI Konga XXV-Q, Satgas Military Community Outreach Unit (MCOU) TNI Konga XXX-O, Satgas Civil Military Coordination (CIMIC) TNI Konga XXX-O, Satgas Rumah Sakit (Hospital) TNI Konga XXIX-P, dan Satgas Milstaff Seceast TNI Konga UNIFIL. Satgas tersebut selain sebagai penjaga perdamaian di daerah konflik juga berperan sebagai duta bangsa di kancah internasional dengan memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Dino Patti Djalal kembali menagih penjelasan dari pemerintah perihal status pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang akan diterjunkan ke Jalur Gaza, Palestina. Dino mempertanyakan, apakah selama berada di wilayah jajahan zionis Israel itu, para prajurit TNI mengenakan helm pelindung berwarna biru seperti halnya Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Dino mengatakan, partisipasi TNI di Gaza yang bergabung ke dalam Pasukan Stabilitas Internasional (ISF) bentukan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian untuk Gaza buatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, harus tetap mengacu pada penggunaan atribut-atribut perdamaian yang selama ini mencirikan sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian.
 
“Sampai sekarang, publik belum dapat kejelasan apakah pasukan penjaga perdamaian Indonesia di Gaza akan gunakan blue helmets (helm biru) sebagaimana biasanya pasukan peacekeepers (penjaga perdamaian) Indonesia selama ini,” ujar Dino seperti dikutip dari akun media sosial (medsos) X miliknya, Kamis (26/2/2026).
 
Mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia di Washington itu menuntut penjelasan dan kepastian penggunaan helm biru untuk pasukan-pasukan TNI itu nantinya. Karena menurutnya, tanpa menggunakan helm biru seperti halnya Pasukan Penjaga Perdamaian PBB selama ini, keberadaan ribuan prajurit TNI di Gaza nantinya bakal memunculkan polemik internasional yang lain.
“Mohon dapat dipastikan dan dijelaskan, it's a significant difference (ini merupakan perbedaan yang sangat signifikan),” kata Dino. 
 
Persoalan keharusan prajurit-prajurit TNI yang akan diterjunkan ke Gaza menggunakan helm biru ini, pun sebetulnya bukan sekali ini dipertanyakan oleh Dino. Usai rapat perdana negara-negara anggota BoP di Washington, Kamis (19/22026) lalu, Dino pun pernah mempertanyakan hal serupa.
 
Menurut Dino ketika itu, Presiden Prabowo Subianto harus memastikan pasukan TNI di Gaza mengenakan helm biru sebagai identitas visual pada prajurit-prajurit TNI sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian. Karena selama ini, partisipasi TNI dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB mengenakan helm biru sebagai tanda netralitas dan perdamaian pasukan dari pihak ketiga yang sedang berada di wilayah konflik, atau zona perdamaian usai perang pihak-pihak lain.
 
“Saya berpandangan, perlu ada kejelasan dari pemerintah apakah pasukan perdamaian Indonesia di Gaza, akan menggunakan helmet biru (blue helmet) sebagaimana biasanya Pasukan Perdamaian PBB. Kalau tidak, ini berarti pertama kalinya pasukan perdamaian Indonesia tidak menggunakan blue helmets, dan perlu dijelaskan kepada publik kenapa,” ujar Dino.
 
 
 

Berita Lainnya

Rekomendasi