REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Atalanta dihadapkan pada misi berat saat menjamu Borussia Dortmund pada leg kedua playoff babak 16 besar Liga Champions di Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo, Italia Kamis (26/2/2026) pukul 00.45 WIB. Wakil Italia itu tertinggal agregat 0-2 setelah takluk di Signal Iduna Park dua pekan lalu.
Pelatih Atalanta Raffaele Palladino tidak menutup mata bahwa tugas timnya sulit. La Dea wajib mengalahkan Dortmund dengan selisih tiga gol. Namun, ia menegaskan anak asuhnya belum menyerah.
“Ini akan menjadi misi yang sulit, tetapi kami akan memberikan yang terbaik. Kami harus bermain dengan kualitas dan memiliki keyakinan pada gaya sepak bola kami,” ujarnya dikutip dari laman resmi UEFA.
Palladino ingin timnya tampil habis-habisan sejak menit pertama. Ia menyadari defisit dua gol bukan hal ringan, tetapi atmosfer kandang diyakini bisa menjadi pembeda.
“Skor 2-0 sulit dibalikkan, tetapi dengan 90 menit atau lebih kami bisa mencoba menimbulkan masalah. Kami perlu tajam dan memanfaatkan dukungan 20 ribu penggemar di belakang kami,” katanya.
Di sisi lain, pelatih Dortmund Niko Kovac justru menolak pendekatan bertahan. Ia memastikan timnya tidak datang ke Bergamo hanya untuk menjaga keunggulan.
“Kami memiliki peluang bagus. Kami harus memainkan permainan kami seperti di Dortmund. Bermain untuk hasil imbang 0-0 bukan pilihan,” ujar Kovac. Ia bahkan menekankan bahwa gol cepat akan menjadi kunci untuk memukul mental tuan rumah.




