Rabu 25 Feb 2026 08:31 WIB

Perang Narkoba di Meksiko 'Untungkan' Indonesia, Ini Kata BNN

Pasokan narkoba dari Meksiko disebut semakin berkurang.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Teguh Firmansyah
Kerusuhan perang antargeng narkoba Meksiko (ilustras).
Foto: EPA-EFE/Juan Carlos Cruz
Kerusuhan perang antargeng narkoba Meksiko (ilustras).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perang narkoba yang terjadi di Meksiko 'menguntungkan' Indonesia. Badan Narkotika Nasional (BNN) perang narkoba berdampak pada pasokan barang haram tersebut ke Indonesia.

Kepala BNN Komisaris Jenderal (Komjen) Suyudi Ario Seto mengatakan rantai pasok narkoba ke Indonesia sebagian di antaranya berasal dari Meksiko, atau yang dikenal sebagai jaringan Golden Peacock.

Baca Juga

“Konflik kartel narkoba yang sedang terjadi di Meksiko, situasi tersebut sedikit banyak berpengaruh terhadap rantai pasokan narkotika di Indonesia,” kata Suyudi melalui siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Suyudi mengungkapkan para bandar narkoba di Indonesia rantai pasoknya mencari aternatif yang paling ekonomis dan aman. Dalam penelusuran BNN selama ini, ada tiga peta pesar pemasok barang iblis itu ke Indonesia.

“Rantai pasok narkotika ke Indonesia melibatkan jaringan internasional, terutama dari Golden Triangle, Golden Crescent, dan Golden Peacock,” kata Suyudi.

Jaringan-jaringan gelap peredaran narkoba itu, mengambil jalur laut sebagai pintu utama menuju Indonesia. Jaringan Golden Triangle atau Segitiga Emas, mencakup Myanmar, Tailand wilayah utara, dan Laos wilayah utara. Kawasan tersebut merupakan sumber utama produksi narkoba sintesis, terutama metamfetamin terbesar di Asia Tenggara.

Jaringan Golden Crescent, atau Bulan Sabit Emas yang merupakan sumber pasokan dari wilayah Afganistan, Iran, dan Pakistan. Kawasan tersebut pemasok utama narkoba, dan produksi opium maupun heroin.

Terakhir jaringan Golden Peacock, merupakan kawasan pemasok dan produksi narkoba terbesar di wilayah Amerika Selatan, khususnya Meksiko, dan Brasil. Dari kawasan tersebut, sumber utama pemasok kokain, dan metamfetamin atau sabu-sabu.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement