REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Bank bjb syariah mendukung penuh upaya transformasi digital masjid yang digagas Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bogor, dan iSalaam. Ini bentuk komitmen dalam mendorong digitalisasi di sektor keagamaan.
Upaya digitalisasi masjid mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat melalui Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari yang mengundang langsung ke Istana Negara untuk melakukan sosialisasi dan presentasi.
Hadir dalam penyampaian presentasi program digitalisasi masjid, yakni Ketua DMI Kabupaten Bogor H TB Irwan Kurniawan, CEO iSalaam Prof H Munawar Fuad, serta Direktur Utama bank bjb syariah Arief Setyahadi.
Digitalisasi masjid yang dibahas di antaranya, pendataan masjid terpadu, yakni database lengkap dan terverifikasi seluruh masjid di Kabupaten Bogor. Selain itu meliputi digitalisasi administrasi dan keuangan, yakni pengelolaan donasi, infak, zakat, dan laporan keuangan berbasis sistem digital yang transparan dan akuntabel.
Kemudian juga Integrasi perbankan syariah, yakni sinergi dengan bank bjb syariah dalam ekosistem keuangan masjid. Platform layanan jamaah dan ekosistem masjid berbasis pemberdayaan.
Direktur Utama bank bjb syariah Arief Setyahadi mengatakan transformasi digitalisasi masjid melalui kolaborasi dengan DMI Kabupaten Bogor dan iSalaam ini untuk mengubah pola pengelolaan masjid dari cara konvensional menuju sistem lebih transparan dan akuntabel.
Melalui digitalisasi, masjid-masjid di bawah naungan DMI diharapkan mampu mengelola keuangan, administrasi, hingga penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara lebih profesional.
"Masjid bukan hanya tempat ibadah secara fisik, juga pusat peradaban dan ekonomi umat. Dengan transformasi digital, kita membuka pintu transparansi dan kemudahan akses bagi jamaah," ujar Arief dalam keterangan Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, Kabupaten Bogor yang memiliki ribuan masjid tersebar di berbagai pelosok menjadi wilayah krusial bagi implementasi transformasi digital masjid karena akan mampu menjawab tantangan zaman di mana masyarakat kian terbiasa dengan ekosistem digital.
Dengan dukungan dari bank bjb syariah, diharapkan kepercayaan jamaah meningkat karena laporan keuangan yang terbuka membuat jamaah lebih tenang dalam menyalurkan bantuan.
Pekerjaan administrasi juga akan lebih efisiensi karena pengurus masjid tidak lagi terbebani pencatatan manual yang rentan kesalahan. Kemandirian ekonomi akan lebih kuat karena masjid dapat menjadi sentra pemberdayaan ekonomi berbasis syariah bagi lingkungan sekitarnya.
"Bank bjb syariah terus berupaya menjadi mitra utama dalam memperkuat ekonomi syariah di Jawa Barat, khususnya dalam memastikan nilai-nilai keislaman tetap relevan dan berdaya saing di era digital," kata Arief.
CEO iSalaam, Prof H Munawar Fuad menyatakan memiliki semangat yang sama untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, serta seluruh komunitas dalam memakmurkan masjid dan masyarakat melalui transformasi digital.
“Inilah bentuk kolaborasi antara iSalaam, bank bjb syariah, dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bogor yang terus berjalan dan semakin menguat,” jelas Munawar.
Hal senada dungkapkan Ketua DMI Kabupaten Bogor, H TB Irwan Kurniawan yang menggandeng iSalaam dan bank bjb syariah untuk mendukung digitalisasi masjid di Kabupaten Bogor, termasuk dalam hal pendataan.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat proses ini bisa rampung. Ini adalah kebutuhan yang sangat mendesak agar seluruh masjid terdata dengan baik,” tutur Irwan.