Ahad 15 Feb 2026 14:06 WIB

Ini Efek Kronis Insiden Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane Menurut Peneliti BRIN

Residu pestiside dapat berpindah ke manusis melalui ikan.

Bangkai ikan terdampar di daratan Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten, Rabu (11/2/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan air serta mengkonsumsi ikan dari aliran sungai Cisadane yang tercemar bahan kimia pestisida imbas dari kebakaran gudang bahan kimia di Tangerang Selatan pada Senin (9/2) kemarin. Berdasarkan pantauan Republika, sejumlah bangkai ikan beragam ukuran tampak terlihat di dataran aliran Sungai Cisadane. Meski demikian, sejumlah masyarakat masih melakukan aktivitas seperti menjala dan memancing di sekitar aliran sungai tersebut.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Bangkai ikan terdampar di daratan Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten, Rabu (11/2/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan air serta mengkonsumsi ikan dari aliran sungai Cisadane yang tercemar bahan kimia pestisida imbas dari kebakaran gudang bahan kimia di Tangerang Selatan pada Senin (9/2) kemarin. Berdasarkan pantauan Republika, sejumlah bangkai ikan beragam ukuran tampak terlihat di dataran aliran Sungai Cisadane. Meski demikian, sejumlah masyarakat masih melakukan aktivitas seperti menjala dan memancing di sekitar aliran sungai tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Periset dari Pusat Riset Limnologi dan Sumberdaya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ignasius Sutapa mengingatkan bahwa insiden pencemaran Sungai Cisadane yang disebabkan oleh tumpahan zat kimia bisa berisiko menimbulkan efek kesehatan kronis.

Menurut Ignas  terdapat potensi bioakumulasi dan biomagnifikasi yang diakibatkan oleh perpindahan residu pestisida atau metabolit yang terakumulasi dalam jaringan organisme air, lalu berpindah ke predator tingkat lebih tinggi, termasuk manusia yang mengonsumsi ikan dari sungai tersebut.

Baca Juga

"Risiko ini membuat pencemaran tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga berpotensi menimbulkan efek kesehatan kronis," katanya melalui keterangan di Jakarta, Ahad.

Ignas menerangkan kontaminasi juga dapat mencapai sedimen dasar sungai dan menjadi sumber pelepasan racun sekunder dalam jangka waktu lebih lama.

Artinya, meskipun air permukaan tampak kembali jernih, ancama

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement