Rabu 04 Feb 2026 19:59 WIB

Kemendikdasemen Ungkap Bocah SD di NTT yang Bunuh Diri Peserta PIP, Seharusnya Dapat Bantuan Dana

Kemendikdasmen belum mengonfirmasi apakah bantuan itu benar-benar diterima YBR.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani
Suasana makam YBR (10 tahun) di Desa Batajawa, Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT.
Foto: Dok Republika
Suasana makam YBR (10 tahun) di Desa Batajawa, Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkapkan YBR merupakan peserta Program Indonesia Pintar (PIP). Kemendikdasmen mensinyalkan sebenarnya ada bantuan uang kepada YBR.

YBR merupakan salah satu murid sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang wafat dengan cara bunuh diri karena keterbatasan finansial.

Baca Juga

"Sebagai bagian dari kebijakan afirmasi pendidikan, mendiang murid tercatat sebagai penerima manfaat PIP yang dananya telah disalurkan sesuai mekanisme yang berlaku," kata Wamendikdasmen Atip Latipulhayat dalam keterangannya pada Rabu (4/2/2026).

Hanya saja, Kemendikdasmen tak merinci lebih jauh soal jumlah bantuan terhadap YBR. Kemudian, Kemendikdasmen belum mengonfirmasi apakah bantuan itu benar-benar diterima YBR atau tidak.

"Kemendikdasmen menegaskan bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak, khususnya bagi anak-anak dari keluarga rentan, tidak dapat berhenti pada dukungan finansial semata, melainkan harus mencakup pendampingan psikososial, perhatian moral, dan lingkungan tumbuh kembang yang suportif," ujar Atip.

photo
Surat yang ditinggalkan YBR di lokasi kejadian di Desa Batajawa, Kabupaten Ngada, NTT. - (Tangkapan layar media sosial)

Kemendikdasmen menyampaikan duka cita atas wafatnya YBR. Kemendikdasmen memandang peristiwa ini sebagai kejadian sangat serius agar mengingatkan kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.

"Kondisi emosional anak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait, sehingga memerlukan perhatian dan dukungan berkelanjutan dari keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara," ujar Atip.

Saat ini, Kemendikdasmen berkoordinasi dengan pemerintah daerah melakukan pendampingan kepada keluarga, termasuk menyiapkan dukungan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya. Selain itu, koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan keluarga mendapatkan akses layanan sosial dan pendidikan yang dibutuhkan.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif bagi tumbuh kembang anak," ujar Atip.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement