Rabu 04 Feb 2026 12:05 WIB

Kapolda Akui Motif Bunuh Diri Bocah SD di NTT karena Masalah Ekonomi

Kapolda NTT telah mengirim konselor psikologi untuk memberikan pendampingan terhadap.

Rep: Antara/Fitriyan Zamzami/ Red: Teguh Firmansyah
Suasana pemakaman bocah YBR di Desa Batajawa, Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT.
Foto: Dok Philipus Jio
Suasana pemakaman bocah YBR di Desa Batajawa, Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengakui motif Utama anak bunuh diri di NTT diduga kuat karena faktor ekonomi dan rasa kecewa. Namun polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenarannya.

"Motif utama karena hal itu namun masih didalami. Untuk sementara, sesuai dari hasil penyelidikan awal dan olah TKP karena kekecewaan tapi masih didalami lagi," ujar Kapolda NTT.

Baca Juga

Hasil olah TKP dan laporan awal menunjukkan bahwa tindakan korban yang masih duduk di sekolah dasar kelas IV itu karena masalah ekonomi. Korban ditengarai bunuh diri lantaran tak bisa membeli buku.

Bocah kecil itu ditemukan tewas dengan posisi tergantung pada pohon cengkeh pada Kamis (29/1) di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

Kapolda NTT telah mengirim konselor psikologi untuk memberikan pendampingan terhadap keluarga, khususnya orang tua dari siswa kelas IV SD. "Tim sudah ke Kabupaten Ngada hari ini dan memberikan pendampingan serta penguatan bagi keluarga korban," kata Kapolda NTT di Kupang, Rabu.

Tim yang dikirim tersebut terdiri dari Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT Kompol Dwi Chrismawan bersama Kasubbag Psipol Bagian Psikologi Biro SDM Kompol Prasetyo Dwi Laksono dan Bamin Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT Bripda Yoseph Alexander Rewo

Konseling dan pendampingan akan dilakukan tim mulai Rabu (4/2) sampai dengan Minggu (8/2) di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerubuu, Kabupaten Ngada. "Tim melakukan pembinaan dan pendampingan mental kepada keluarga korban," ujar Kapolda NTT.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement