Sabtu 31 Jan 2026 19:07 WIB

Pembantaian Israel di Gaza, 26 Orang Syahid

Jumlah korban jiwa kemungkinan akan bertambah karena parahnya beberapa kasus.

Warga Palestina memeriksa kerusakan akibat serangan Israel yang menargetkan kamp pengungsi di Kota Gaza (ilustrasi).
Foto: Rizek Abdeljawad/Xinhua
Warga Palestina memeriksa kerusakan akibat serangan Israel yang menargetkan kamp pengungsi di Kota Gaza (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Sebanyak 26 orang syahid dan lebih dari 30 orang terluka dalam beberapa serangan Israel di berbagai wilayah di Jalur Gaza, demikian disampaikan Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (31/1/2026). Sejumlah korban luka, menurut pernyataan tersebut, berada dalam kondisi kritis.

Jurnalis Muhammad Rabah melaporkan pada Republika, sumber medis mengatakan jumlah korban jiwa kemungkinan akan bertambah karena parahnya beberapa kasus. Selain itu, masih ada korban di bawah reruntuhan.

Baca Juga

Sumber mengindikasikan pesawat tempur Israel menargetkan kantor polisi Palestina di lingkungan Sheikh Radwan, menewaskan 13 warga Palestina.

Sumber tersebut juga mencatat bahwa pemboman tersebut menargetkan daerah permukiman dan daerah yang menampung para pengungsi. Termasuk di dalamnya lingkungan Nasr dan Tuffah di Kota Gaza, serta tenda-tenda di daerah Khan Younis di Jalur Gaza selatan. Situasi keamanan saat ini genting bagi warga sipil.

Menurut Kementerian Kesehatan, 509 orang telah tewas sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, sementara jumlah korban tewas kumulatif meningkat menjadi 71.769 sejak dimulainya agresi Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement