Selasa 27 Jan 2026 15:09 WIB

Pengembang Ini Siapkan 5 Proyek Strategis di Jabodetabek

Ada sejumlah faktor kunci yang membuat optimis sektor properti.

Emiten properti PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) menyiapkan lima proyek strategis di Jabodetabek senilai Rp 400 miliar.
Foto: Ist
Emiten properti PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) menyiapkan lima proyek strategis di Jabodetabek senilai Rp 400 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Emiten properti PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) menyiapkan lima proyek strategis di Jabodetabek senilai Rp 400 miliar. Langkah ekspansi ini diproyeksikan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan.

Seluruh proyek ditargetkan selesai dalam kurun waktu dua tahun sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan pertumbuhan nilai yang cepat bagi para pemegang saham. Ekspansi dilakukan di tengah momentum positif sektor properti nasional.

Berdasarkan analisis industri, Direktur Utama PT Winner Nusantara Jaya Tbk Yusmen Liu, mengatakan tahun 2026 diprediksi menjadi awal siklus kebangkitan properti setelah fase stabilisasi pasca-pandemi. Untuk mengeksekusi rencana ini, perseroan telah mengamankan dukungan permodalan melalui kerja sama strategis dengan sejumlah bank nasional.

WINR juga memprioritaskan kemudahan bagi calon konsumen. Melalui kemitraan erat dengan sektor perbankan, pengembang menyediakan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang kompetitif. "Kami menyadari bahwa akses pembiayaan adalah kunci bagi konsumen," ujar Yusmen.

"Selain kerja sama modal kerja, kami juga menjalin kolaborasi khusus dengan pihak perbankan untuk memberikan berbagai benefit eksklusif bagi seluruh konsumen," ujar dia menambahkan.

Ada sejumlah faktor kunci yang membuat optimis sektor properti. Pertama, insentif pemerintah. Perpanjangan kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 2027 menjadi stimulus utama daya beli masyarakat.

Berikutnya, permintaan hunian tapak. Jabodetabek tetap menjadi magnet utama, terutama untuk rumah tapak (landed house) di wilayah penyangga seperti Bogor dan Tangerang, yang didorong oleh kebutuhan riil (end-user) dan keluarga muda.

Peningkatan konektivitas. Masifnya infrastruktur transportasi (LRT/MRT dan jalan tol baru) di Jabodetabek meningkatkan nilai investasi properti secara signifikan di kawasan yang menjadi titik fokus pengembangan perseroan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement