Ahad 25 Jan 2026 15:22 WIB

Banjir di Jakarta Mulai Surut, Pramono Tetap Siagakan Operasi Modifikasi Cuaca

Berdasarkan data BPBD hingga Ahad siang, tercatat masih ada 9 RT yang terdampak.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Qommarria Rostanti
Warga beraktivitas saat banjir merendam permukimannya di kawasan Kemang Timur RT 03 RW04, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026). Banjir setinggi sekitar 120 centimeter tersebut merendam sebanyak sekitar 20 rumah yang terjadi sejak Kamis (22/1) malam kemarin. Berdasarkan pantauan Republika, selain area permukiman, banjir terjadi di jalan raya Kemang Utara IX dengan ketinggian sekitar 30-40 centimeter.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga beraktivitas saat banjir merendam permukimannya di kawasan Kemang Timur RT 03 RW04, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026). Banjir setinggi sekitar 120 centimeter tersebut merendam sebanyak sekitar 20 rumah yang terjadi sejak Kamis (22/1) malam kemarin. Berdasarkan pantauan Republika, selain area permukiman, banjir terjadi di jalan raya Kemang Utara IX dengan ketinggian sekitar 30-40 centimeter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jakarta mencatat jumlah wilayah rukun tetangga (RT) yang terdampak banjir telah berkurang signifikan pada Ahad (25/1/2026). Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat sisa sembila RT yang terdampak banjir di Jakarta.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, wilayah yang masih terdampak banjir di antaranya berada di Jakarta Timur. Meski begitu, banjir yang masih terjadi di Jakarta Timur itu dinilai tidak terlalu signifikan hingga mengganggu aktivitas warga.

Baca Juga

"Saya juga ingin menyampaikan berita mengenai penanganan banjir yang ada di Jakarta. Alhamdulillah sebagian besar sekarang ini sudah surut semua," kata dia di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Ahad (25/1/2026).

Ia menyebutkan, banjir di wilayah Jakarta Barat telah seluruhnya surut. Namun, banjir masih terjadi di kawasan Bidara Cina dan Kampung Melayu, Jakarta Timur. 

"Jakarta Barat yang paling berat sudah surut, Jakarta Timur tinggal di Kampung Melayu, kemudian Bidara Cina, ada beberapa genangan kecil, tapi tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan tidak mengganggu transportasi yang ada," kata Pramono. 

Ia mengatakan, seluruh layanan transportasi di Jakarta sudah kembali normal sejak Ahad pagi. Pasalnya, sudah tidak ada lagi ruas jalan yang tergenang banjir.

Meski begitu, Pramono mengatakan, pihaknya tetap akan siaga dalam mengantisipasi curah hujan ekstrem yang berpotensi terjadi di Jakarta. Salah satu langkah antisipasi yang akan dilakukan adalah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) ketika diperlukan.

"Saya tetap meminta untuk modifikasi cuaca kita stand by-kan sampai dengan tanggal 27 Januari ini. Kalau hari ini saya yakin seharian pasti cerah, karena memang kami sudah mendapatkan data dari BMKG, tetapi apa pun kita persiapkan modifikasi cuaca kalau memang diperlukan kami siagakan sampai tanggal 27 Januari," kata dia.

Berdasarkan data BPBD hingga Ahad siang, tercatat masih ada sembilan RT yang terdampak banjir di Jakarta. Sebanyak delapan RT berada di Jakarta Timur dan satu RT di Jakarta Utara.

Kendati demikian, masih ada sejumlah titik pengungsian warga. Titik pengungsian itu antara lain berada di Bidara Cina, Kampung Melayu, Rawa Buaya, dan Kembangan Utara. 

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyatakan seluruh layanan Transjakarta telah kembali normal sejak Ahad pagi. Ia memastikan, 225 rute Transjakarta telah kembali melayani pelanggan seperti biasa.

"​Kami informasikan bahwa seluruh layanan Transjakarta beroperasi normal. Sebanyak 225 rute siap melayani pelanggan dengan lancar di seluruh wilayah operasional," kata Ayu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement