REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza diperkirakan segera kembali beroperasi setelah terhenti lebih dari dua tahun akibat agresi Israel dan blokade berkepanjangan. Hal itu dikatakan Ketua Komite Nasional Pengelolaan Gaza, Sabtu (24/1/2026).
“Kepada rakyat Jalur Gaza, kami menyampaikan kabar baik bahwa telah ada kepastian dan kesiapan bagi pembangkit listrik untuk kembali beroperasi,” ujar Ali Shaath melalui unggahan di media sosial Facebook.
Ia menambahkan, selain menjajaki kerja sama dengan pihak internasional terkait pengembangan energi surya, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan penyedia listrik guna memulihkan pasokan listrik secepat mungkin.
Namun demikian, Shaath belum merinci mekanisme pemulihan listrik, tahapan teknis yang akan ditempuh, maupun jadwal pasti dimulainya kembali operasional pembangkit tersebut.