Ahad 25 Jan 2026 07:22 WIB

Setelah Dua Tahun Terhenti, Pembangkit Listrik Gaza Bersiap Aktif

Sejak agresi Israel dimulai pada Oktober 2023, pasokan listrik ke Gaza dihentikan.

Orang-orang duduk di dekat telepon yang terhubung ke soket listrik di luar apotek yang tutup di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan gerakan Hamas Palestina di Rafah di Jalur Gaza selatan pada Jumat (20/10/2023)
Foto: AFP/MOHAMMED ABED
Orang-orang duduk di dekat telepon yang terhubung ke soket listrik di luar apotek yang tutup di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan gerakan Hamas Palestina di Rafah di Jalur Gaza selatan pada Jumat (20/10/2023)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza diperkirakan segera kembali beroperasi setelah terhenti lebih dari dua tahun akibat agresi Israel dan blokade berkepanjangan. Hal itu dikatakan Ketua Komite Nasional Pengelolaan Gaza, Sabtu (24/1/2026).

“Kepada rakyat Jalur Gaza, kami menyampaikan kabar baik bahwa telah ada kepastian dan kesiapan bagi pembangkit listrik untuk kembali beroperasi,” ujar Ali Shaath melalui unggahan di media sosial Facebook.

Baca Juga

Ia menambahkan, selain menjajaki kerja sama dengan pihak internasional terkait pengembangan energi surya, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan penyedia listrik guna memulihkan pasokan listrik secepat mungkin.

Namun demikian, Shaath belum merinci mekanisme pemulihan listrik, tahapan teknis yang akan ditempuh, maupun jadwal pasti dimulainya kembali operasional pembangkit tersebut.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement