Selasa 20 Jan 2026 19:32 WIB

Terjadi Lagi, Bayi di Gaza Meninggal Akibat Cuaca Dingin Ekstrem

Kematian Abu Jarad menambah jumlah anak yang meninggal di Gaza akibat cuaca ekstrem.

Seorang wanita Palestina menggendong bayinya di dekat tenda yang hancur diterpa badai di  di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, 9 Januari 2026.
Foto: EPA/HAITHAM IMAD
Seorang wanita Palestina menggendong bayinya di dekat tenda yang hancur diterpa badai di di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, 9 Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang bayi perempuan berusia tujuh bulan di Kota Gaza, Palestina meninggal pada Selasa (20/1/2026) pagi akibat cuaca dingin ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Berbagai sumber medis melaporkan bahwa bayi pemilik nama Shatha Abu Jarad meninggal di Kota Gaza akibat cuaca dingin yang parah.

Kematian Abu Jarad menambah jumlah anak yang meninggal di Jalur Gaza akibat cuaca dingin ekstrem sejak awal musim dingin menjadi sembilan orang, di tengah krisis bantuan kemanusiaan dan minimnya pasokan pemanas. Sumber yang sama menunjukkan bahwa insiden tersebut mencerminkan parahnya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, terutama bagi anak-anak dan pengungsi yang tinggal di tenda-tenda rawan yang tidak mampu menahan cuaca dingin.

Baca Juga

Penduduk di Jalur Gaza kekurangan tempat tinggal dan perawatan medis. Mereka juga kekurangan pasokan pemanas akibat kelangkaan bahan bakar di tengah kondisi cuaca yang buruk, badai, dingin dan disertai hujan.

Sebelumnya pada Sabtu (17/1/2026) seorang bayi berusia 27 hari juga meninggal akibat cuaca dingin ekstrem yang melanda Kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan. Menurut berbagai sumber medis, bayi bernama Aisha Ayesh al-Agha itu meninggal di Kota Khan Younis akibat cuaca dingin yang parah.

sumber : Antara, WAFA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement