Selasa 20 Jan 2026 14:38 WIB

Dijerat KPK, Ini Dugaan Modus Wali Kota Madiun Samarkan Perkara Korupsi

KPK memastikan total ada sembilan orang terjaring OTT di Madiun.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo
Foto: Republika/Thoudy Badai
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wali Kota Madiun, Maidi menjadi salah satu pihak yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 19 Januari 2026. Maidi diduga terjerat kasus fee proyek dan dana CSR di Madiun.

KPK mengungkapkan OTT ini ini menyangkut sejumlah proyek dan perizinan di Pemerintah Kota Madiun.  

Baca Juga

"Jadi (penerimaan) dikamuflase menggunakan modus-modus CSR, dari beberapa izin begitu, izin-izin usaha ataupun izin lainnya di lingkungan pemerintah kota Madiun, bukan ijon," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).

KPK memastikan total ada sembilan orang terjaring OTT di Madiun yang digiring ke Jakarta. Hingga saat ini mereka diperiksa secara intensif oleh penyidik KPK.

"Total sembilan orang sudah dibawa ke gedung KPK Merah Putih untuk kemudian dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik," ujar Budi.

KPK menyebut sembilan orang itu terdiri dari wali kota Madiun, dua orang ASN dan enam sisanya merupakan pihak swasta. KPK menaksir barang bukti yang disita dari OTT ini tak sampai satu miliar.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement