REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Joko Widodo menyebutkan sekitar 58.000 bangunan rusak akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, beberapa waktu lalu.
"Hasil analisis dari BRIN ada 58.000 bangunan kemungkinan terdampak (bencana)," kata Joko dalam seminar yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Joko memaparkan angka tersebut didapatkan dari hasil analisis tim Gugus Tugas Penanggulangan Bencana BRIN melalui pemetaan citra satelit. "Kami mengamati dengan baik apa yang terjadi di lapangan, kalau kami boleh katakan Aceh Tamiang boleh dikatakan 90 persen terdampak," ujar dia.
Joko menyebut data ini perlu divalidasi lebih lanjut, sebab metode yang digunakan berbeda dengan metode yang dilakukan oleh pemangku kepentingan terkait lainnya.
Namun demikian, data yang dapat diakses melalui laman https://spectra.brin.go.id itu bisa menjadi acuan kepada seluruh pemangku kepentingan dalam merekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatera.