REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Korea Utara meluncurkan sedikitnya dua rudal balistik ke arah timur pada Ahad (4/12/2026), yang diduga jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang tanpa menimbulkan kerusakan pada kapal maupun pesawat.
Pemerintah Jepang menyebut peluncuran ini sebagai aktivitas rudal pertama Pyongyang dalam hampir dua bulan terakhir.
Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan kedua rudal tersebut diluncurkan dari wilayah pantai barat Korea Utara masing-masing sekitar pukul 07.54 dan 08.05 waktu setempat. Rudal-rudal itu mencapai ketinggian maksimum sekitar 50 kilometer, dengan jarak terbang sekitar 900 kilometer dan 950 kilometer.
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengatakan Tokyo telah melayangkan protes keras kepada Pyongyang. Menurutnya, tindakan Korea Utara, termasuk peluncuran-peluncuran sebelumnya, merupakan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan Jepang, kawasan Asia Timur, serta komunitas internasional secara luas.
Koizumi menambahkan bahwa kedua proyektil tersebut diduga terbang dengan lintasan tidak beraturan. Ia menegaskan Jepang akan terus berkoordinasi secara erat dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan untuk menganalisis secara rinci karakteristik teknis dan tujuan dari peluncuran rudal terbaru tersebut.
Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menginstruksikan para pejabat terkait untuk segera mengumpulkan informasi, menyampaikan penjelasan yang diperlukan kepada publik, serta memastikan keselamatan pelayaran dan penerbangan. Kantor perdana menteri juga menyatakan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan situasi darurat.