Sabtu 03 Jan 2026 19:07 WIB

Venezuela Minta Rapat Darurat DK PBB Usai Serangan Amerika Serikat

Serangan disebut memicu penetapan status darurat nasional di Venezuela.

Kepulan asap terlihat di bandara La Carlota setelah terjadinya ledakan di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026).
Foto: AP Photo/Matias Delacroix
Kepulan asap terlihat di bandara La Carlota setelah terjadinya ledakan di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Venezuela, Sabtu (3/1), meminta digelarnya rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyusul serangan Amerika Serikat (AS) terhadap negara tersebut. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil.

“Sebagai respons atas agresi kriminal yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat terhadap bangsa kami, kami telah meminta rapat darurat Dewan Keamanan PBB, badan yang bertanggung jawab menegakkan hukum internasional,” kata Gil melalui Telegram.

Baca Juga

Ia menegaskan tidak ada serangan pengecut yang mampu mengalahkan kekuatan rakyat Venezuela. Menurutnya, rakyat Venezuela akan tetap bertahan dan keluar sebagai pemenang.

Pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat menyerang fasilitas sipil dan militer di sejumlah negara bagian, serta menetapkan status darurat nasional.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi adanya serangan dalam skala besar melalui platform media sosial Truth Social.

Dalam pernyataannya, Trump mengeklaim Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement