Kamis 25 Dec 2025 11:50 WIB

Ini Skema Bantuan Bencana Sumatera; BLT, Pemulihan Ekonomi Rp 8 Juta, Hingga Santunan Rp 15 Juta

BLT harus sampai ke masyarakat dengan cepat dan tepat.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Mas Alamil Huda
Warga berjalan di antara tumpukan kayu yang terbawa arus saat banjir bandang di Desa Batu Bedulang, Aceh Tamiang, Selasa (23/12/2025).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga berjalan di antara tumpukan kayu yang terbawa arus saat banjir bandang di Desa Batu Bedulang, Aceh Tamiang, Selasa (23/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menemui Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya di Kantor Sekretariat Kabinet. Pertemuan itu membahas penguatan perlindungan sosial dan penanganan lanjutan bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah Sumatera.

Dalam pertemuan itu, Gus Ipul menyampaikan berbagai skema bantuan sosial yang disiapkan pemerintah agar dapat diterima masyarakat secara cepat dan tepat sasaran. Salah satu fokus utama adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Baca Juga

“BLT harus sampai ke masyarakat dengan cepat dan tepat. Ini arahan Presiden dan menjadi perhatian serius pemerintah,” kata Gus Ipul dalam keterangan pers pada Kamis (25/12/2025).

Gus Ipul menjelaskan BLT yang disalurkan terdiri atas BLT reguler sebesar Rp 200 ribu per bulan, serta BLT tambahan selama tiga bulan dengan total Rp 900 ribu yang akan menjangkau sekitar 35 juta kepala keluarga atau setara 120 juta jiwa.

Selain BLT, pemerintah menyiapkan bantuan khusus bagi masyarakat terdampak dan pengungsi di Sumatera. Setiap kepala keluarga terdampak menerima bantuan minimal Rp 8 juta, dengan rincian Rp 3 juta untuk kebutuhan isian rumah dan Rp 5 juta untuk pemulihan ekonomi keluarga. Kemudian ada dukungan untuk lauk pauk yang besarannya masih dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi