Selasa 23 Dec 2025 18:44 WIB

Kebutuhan Air Bersih Mendesak, PAM Jaya Kirimkan WTP Mobile untuk Penanganan Bencana di Sumatera

PAM Jaya juga mengirimkan tim teknis ke lokasi terdampak bencana.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Mas Alamil Huda
Kondisi banjir dan longsor di Kampung Rambutan, Desa Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Kamis (4/12/2025).
Foto: Edwin Putranto/Republika
Kondisi banjir dan longsor di Kampung Rambutan, Desa Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Kamis (4/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perumda Air Minum (PAM) Jaya melakukan penggalangan donasi untuk membantu warga terdampak bencana di Sumatera. Penggalangan donasi itu dilaksanakan pada momen HUT ke-103 PAM Jaya di GOR Soemantri Brodjonegoro, Selasa (23/12/2025).

Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, total ada sekitar Rp 250 juta uang tunai yang terkumpul dalam penggalangan donasi bagi korban bencana alam di Sumatera. Selain akan menyalurkan bantuan itu, PAM Jaya menyiapkan bantuan operasional berupa dua unit water treatment plant (WTP) mobile dan 10 unit mobil tangki air bersih.

Baca Juga

"Ini merupakan bentuk empati dan kepedulian keluarga besar PAM JAYA kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera," kata dia, Selasa.

Tak hanya itu, PAM Jaya juga mengirimkan tim teknis ke lokasi terdampak bencana. Tim teknis itu akan bertugas membantu pengoperasian dan perbaikan fasilitas WTP di wilayah terdampak.

"Kami mengirimkan tim teknis untuk membantu karena ketersediaan air bersih di lokasi masih sangat terbatas dan membutuhkan penanganan segera," kata Arief.

Diketahui, air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak di wilayah terdampak bencana terdampak. Karena itu, PAM Jaya memprioritaskan bantuan untuk menghadirkan air bersih di lokasi terdampak bencana.

Arief menambahkan, kegiatan townhall itu juga dilaksanakan untuk menyatukan persepsi, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan komitmen pegawai dalam menghadapi tantangan ke depan. Apalagi, saat ini usia PAM Jaya sudah lebih dari satu abad.

"Kami menggelar townhall meeting untuk memperkuat sinergi tim agar lebih solid dalam menghadapi tantangan tahun 2026," ujar Arief.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) PAM Jaya, Prasetyo Edi Marsudi menegaskan komitmennya untuk fokus guna mencapai target 100 persen layanan perpipaan di Jakarta. Karena itu, pengawasan dilakukan dengan memperkuat kolaborasi antara dewas dan jajaran direksi agar seluruh kebijakan dan program berjalan searah.

"Peran Dewas adalah memastikan PAM JAYA berjalan sesuai koridornya. Sekarang PAM JAYA menjadi tuan rumah penuh. Mitra-mitra lama sudah bersatu, dan ini menjadi modal penting untuk melangkah ke depan," kata Pras.

Dia menyebut target 100 persen perpipaan merupakan visi Gubernur Jakarta Pramono Anung, yang harus diwujudkan secara konsisten melalui kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu, pihaknya akan terus membangun kerja sama yang solid, saling mengoreksi, dan menjaga fokus perusahaan pada pelayanan air minum bagi warga Jakarta.

"Kami berkolaborasi dengan direksi, bekerja dengan niat yang sama. Hatinya harus PAM Jaya. Tidak ada lagi Palyja, tidak ada lagi Aetra," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement