Senin 22 Dec 2025 08:26 WIB

Israel Sebut Tembak Mati Warga Palestina Hendak Lempar Balok, Ternyata Video Nyatakan Berbeda

Rekaman video menunjukkan warga Palestina itu ditembak dari jarak dekat.

Tentara Israel menahan seorang demonstran selama protes yang menyerukan kembalinya warga Palestina yang terlantar ke rumah mereka di kamp pengungsi Nur Shams, di kota Tulkarem, Tepi Barat, Ahad, 23 November 2025.
Foto: AP Photo/Majdi Mohammed
Tentara Israel menahan seorang demonstran selama protes yang menyerukan kembalinya warga Palestina yang terlantar ke rumah mereka di kamp pengungsi Nur Shams, di kota Tulkarem, Tepi Barat, Ahad, 23 November 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Militer Israel telah menembak mati seorang warga Palestina yang diduga melempar balok ke arah tentara pada Sabtu selama operasi di kota Qabatiya, Tepi Barat yang diduduki.

Namun video yang ditinjau oleh CNN menunjukkan seorang tentara menembak remaja tersebut ketika korban hanya berjarak beberapa meter.

Baca Juga

Dalam pernyataan sebelumnya, militer tidak menggunakan kata "diduga" dan mengatakan orang tersebut melempar balok ke arah tentara.

Warga Palestina tersebut diidentifikasi sebagai Rayan Muhammad Abdul Qader Abu Mualla yang berusia 16 tahun oleh Kementerian Kesehatan.

Mengutip Otoritas Umum Urusan Sipil Palestina (PGACA), yang mengatakan jenazahnya masih ditahan oleh Israel setelah ia tewas di lingkungan Al-Sab'aneh di Qabatiya.

Video kamera keamanan berdurasi 26 detik yang dibagikan di media sosial dan dilokalisasi oleh CNN ke Al-Sab'aneh, menunjukkan apa yang tampak sebagai momen ketika pasukan Israel menembak Abu Mualla.

Dalam video tersebut, seseorang berjalan menyusuri gang menuju dua tentara berhelm yang sebagian bersembunyi di balik sudut. Orang tersebut hampir mencapai sudut ketika salah satu tentara mengangkat senapannya dan menembak dari jarak dekat, menyebabkan orang tersebut jatuh tersungkur ke belakang.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan dalam pernyataan awalnya bahwa tentara mereka telah diserang oleh seorang 'teroris.;

Tapi dari video tersebut yang menunjukkan 18 detik sebelum penembakan,  tidak ada tampak pelemparan balok dari gang tempat remaja Palestina itu berasal. Meski, tangan kiri korban tertutup, tidak jelas apa benar korban mengancam.

Belum diketahui siapa yang merekam video tersebut, dan siapa yang pertama kali merilisnya, atau apa yang terjadi sebelum video dimulai.

Pada Sabtu, situs berita Israel Ynet menerbitkan apa yang mereka sebut sebagai foto tangan kiri Abu Mualla yang mencengkeram sepotong beton, yang diambil setelah kematiannya.

CNN tidak dapat memverifikasi apakah foto tersebut adalah orang yang sama dalam rekaman keamanan. Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan bahwa pasukan Israel menghalangi petugas darurat mereka untuk mencapai lokasi penembakan.

Serangkaian video yang dilacak lokasinya oleh CNN menunjukkan sebuah ambulans, dengan lampu darurat menyala, berhenti sekitar 650 kaki dari lokasi penembakan.

 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement