Sabtu 20 Dec 2025 19:42 WIB

Pencapaian 91 Emas SEA Games 2025 Dipuji Pengamat, Ingatkan Segera Bersiap Menuju Olimpiade

Martina Ayu Pratiwi menyumbangkan 5 medali emas dan 2 perak.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Pesilat putra Indonesia Muhammad Zaki Zikrillah Prasong berpose usai menang Walk Over (WO) atas pesilat Thailand Tinnapat Janjaroen pada nomor tanding putra class C 55-60 kg SEA Games 2025 Impact Arena Muang Thong Thani, Pak Kret, Nothanburi, Bangkok, Thailand, Rabu (17/12/2025). Muhammad Zaki Zikrillah Prasong  meraih medali emas setelah menang Walk Over (WO) atas pesilat Thailand Tinnapat Janjaroen.
Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Pesilat putra Indonesia Muhammad Zaki Zikrillah Prasong berpose usai menang Walk Over (WO) atas pesilat Thailand Tinnapat Janjaroen pada nomor tanding putra class C 55-60 kg SEA Games 2025 Impact Arena Muang Thong Thani, Pak Kret, Nothanburi, Bangkok, Thailand, Rabu (17/12/2025). Muhammad Zaki Zikrillah Prasong meraih medali emas setelah menang Walk Over (WO) atas pesilat Thailand Tinnapat Janjaroen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat olahraga nasional Fritz Simandjuntak memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian kontingen Indonesia yang berhasil mengoleksi 91 medali emas pada ajang SEA Games 2025 Thailand. Raihan tersebut dinilai sebagai prestasi luar biasa yang mencerminkan kerja keras para atlet Merah Putih.

“Pertama-tama saya ucapkan selamat kepada seluruh atlet Indonesia yang berhasil meraih 91 medali emas. Ini pencapaian yang sangat luar biasa,” ujar Fritz dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Sabtu (20/12/2025).

Baca Juga

Ia juga mengucapkan selamat atas keberhasilan Indonesia menempati peringkat kedua klasemen akhir SEA Games 2025. Fritz secara khusus menyoroti penampilan gemilang atlet asal Magetan, Martina Ayu Pratiwi, yang mencetak sejarah dengan menyumbangkan 5 medali emas dan 2 perak.

“Belum pernah ada atlet Indonesia dengan pencapaian seperti Martina. Ini prestasi yang sangat hebat dan layak mendapat perhatian khusus,” kata dia.

Selain itu, ia menilai banyak cabang olahraga yang mampu melampaui target, seperti atletik, bulu tangkis, panahan, panjat tebing, hingga angkat besi. Fritzs menyebut pencapaian Rizki, yang meraih emas sekaligus memecahkan rekor dunia angkat besi, sebagai momen luar biasa di SEA Games kali ini.

Namun demikian, Fritz mengingatkan, di balik prestasi gemilang tersebut, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama jika berbicara soal cabang olahraga Olimpiade, khususnya cabang-cabang terukur. Ia menyoroti cabang renang, di mana Indonesia hanya meraih 3 emas, sementara Singapura mendominasi dengan 14 emas.

Menurutnya, emas Indonesia di renang justru diraih oleh perenang yang berlatih di dalam negeri, sedangkan atlet yang berlatih di luar negeri belum menunjukkan hasil maksimal.

Sebagai rekomendasi, Fritz mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan olahraga untuk segera mewujudkan fasilitas pelatihan terpusat sebagaimana visi Presiden. Kemudian meningkatkan frekuensi kompetisi nasional dan internasional di dalam negeri dengan memanfaatkan fasilitas eks PON. Terakhir, segera memulai pemusatan latihan nasional (pelatnas) menuju Asian Games 2026 dan Olimpiade 2029.

Perjuangan kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand memang berakhir dengan catatan impresif. Raihan 91 emas tidak hanya melampaui target awal 80 emas, tetapi juga menjadi jumlah medali emas terbanyak ketiga yang diraih Indonesia saat berlaga di luar negeri sejak pertama kali mengikuti SEA Games pada 1977. Catatan terbaik tandang masih dipegang SEA Games Kuala Lumpur 1989 dengan 102 emas, disusul Manila 1991 dengan 92 emas.

Prestasi di Thailand ini juga menjadi yang terbaik dalam 32 tahun terakhir saat Indonesia tampil di luar negeri, melampaui torehan 88 emas di SEA Games Singapura 1993. 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Erick Thohir (@erickthohir)

Berita Lainnya

Rekomendasi