REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dosen sekaligus peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta Dr Nor Lailla, SE, MM, melakukan diskusi hasil riset bersama BSI Maslahat, di Jakarta, pada Kamis (18/12/25).
Ia memaparkan hasil riset mengenai cara menumbuhkan Innovation Work Behaviour (IWB) di lingkungan kerja. Dalam pemaparannya, Dr Nor Lailla menjelaskan, perilaku kerja inovatif bukan sekadar kreativitas individu, tetapi juga melibatkan dukungan organisasi.
“Innovation Work Behaviour bukan hanya mengenai kreativitas karyawan, tetapi juga berhubungan dengan organisasi dalam hal memberikan dukungan, ruang, dan sistem agar ide-ide tersebut dapat diwujudkan secara efektif,” ujarnya.
Ia menekankan, membangun budaya inovasi memerlukan tiga hal utama: budaya organisasi yang mendukung inovasi, pelatihan keterampilan, serta sistem penghargaan bagi karyawan yang berkontribusi melalui ide-ide kreatif.
Menanggapi hal tersebut, Manager Human Capital & Legal BSI Maslahat, Ahmad Syauqi, menyampaikan apresiasi atas riset yang dipaparkan.
“Hasil riset Dr Nor Lailla memberikan wawasan berharga bagi kami. Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi, sehingga setiap karyawan bisa berkontribusi dengan ide-ide kreatifnya,” ungkap Syauqi.
Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi BSI Maslahat untuk memperkuat budaya inovasi di internal organisasi, sejalan dengan visi BSI Maslahat menjadi lembaga pengelola Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) dan dana sosial serta dana CSR (Corporate Social Responsibility) yang tepercaya, dan modern.