Rabu 17 Dec 2025 19:56 WIB

Pejuang Palestina: Israel Sudah 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza

Kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat juga meningkat.

Keluarga menaiki gerobak di tengah hujan di Gaza, Senin, 15 Desember 2025.
Foto: AP Photo/Jehad Alshrafi
Keluarga menaiki gerobak di tengah hujan di Gaza, Senin, 15 Desember 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mencatat Israel telah 813 kali melanggar gencatan senjata yang diberlakukan di Jalur Gaza sejak 10 Oktober. Ghazi Hamad, anggota biro politik Hamas, pada Selasa (16/12) mengatakan bahwa pihaknya secara rutin telah memberikan laporan harian tentang pelanggaran Israel kepada para mediator gencatan senjata.

Sementara itu, Kuasa Usaha Inggris untuk PBB James Kariuki mengatakan Denmark, Prancis, Yunani, Slovenia, dan Inggris mengecam kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Mereka menyerukan agar Israel mematuhi hukum internasional.

Baca Juga

Kariuki mengatakan tindakan Israel itu merusak upaya untuk mewujudkan penyelesaian damai di Jalur Gaza. Pada 10 Oktober, perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku. Pada 13 Oktober, Presiden AS Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani deklarasi mengenai gencatan senjata di Gaza.

Pada 17 November, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang mendukung rencana komprehensif Trump untuk menyelesaikan konflik di wilayah kantong Palestina itu. Tiga belas dari 15 anggota dewan itu memberikan suara setuju, sementara Rusia dan China abstain.

photo
20 Poin Rencana Donald Trump untuk Akhiri Perang di Gaza - (Republika)

sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement