Rabu 17 Dec 2025 12:55 WIB

Ini Potensi Emas Tim Indonesia untuk Mewujudkan Target 80 Medali Emas Hari Ini

Indonesia pada Selasa sudah mengoleksi 62 emas.

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah
Tim dayung putra Indonesia (dari kiri) Ali Mardiansyah, Ihram, Rafiq Wijdan Yasir, Ardi Isadi mengangkat tangan usai mencapai garis finish pada final nomor Quadruple Sculls  dayung  SEA Games 2025 di Royal Thai Navy Rowing and Canoeing Training Center, Ban Chang, Rayong, Chon Buri, Thailand, Selasa (16/12/2025). Indonesia berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 6 menit 38,862 detik sehingga berhak atas medalli emas sedangkan medali perak diraih atlet Vietnam dengan catatan waktu 6 menit 43,678 detik dan Thailand meraih medali perunggu dengan catatan waktu 6 menit 48,319 detik.
Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Tim dayung putra Indonesia (dari kiri) Ali Mardiansyah, Ihram, Rafiq Wijdan Yasir, Ardi Isadi mengangkat tangan usai mencapai garis finish pada final nomor Quadruple Sculls dayung SEA Games 2025 di Royal Thai Navy Rowing and Canoeing Training Center, Ban Chang, Rayong, Chon Buri, Thailand, Selasa (16/12/2025). Indonesia berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 6 menit 38,862 detik sehingga berhak atas medalli emas sedangkan medali perak diraih atlet Vietnam dengan catatan waktu 6 menit 43,678 detik dan Thailand meraih medali perunggu dengan catatan waktu 6 menit 48,319 detik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari kedelapan SEA Games 2025 Thailand menjadi salah satu titik krusial bagi kontingen Indonesia. Target 80 medali emas yang dipatok pemerintah kini berada dalam jarak pandang.

Hingga akhir hari ketujuh, Tim Merah Putih telah mengoleksi 62 emas, kokoh di peringkat kedua klasemen sementara dan semakin menjauh dari kejaran Vietnam. Artinya, Indonesia membutuhkan 18 medali emas lagi untuk mengunci target tersebut.

Baca Juga

Tantangan memang besar, tetapi peluang terbuka lebar. Sejumlah cabang olahraga unggulan yang selama ini menjadi lumbung emas Indonesia turun berlaga hari ini, dengan banyak nomor yang langsung mempertemukan atlet Indonesia di final.

Panahan menjadi salah satu tumpuan utama hari ini Indones berpotensi meraih empat emas dari empat nomor final yang diikuti. Tradisi kuat Indonesia di nomor recurve kembali diuji, dengan peluang emas dari beregu putra, beregu putri, hingga nomor individu.

Potensi terbesar tentu saja ada di beregu putri, kita bertumpu pada Srikandi-srikandi merah putih Diananda Choirunisa, Ayu Mareta Dyasari dan Reza Octavia. Diananda juga menjadi andalan di nomor individu.

Di sektor putra Riau Ega Putra Salsabila, jika dalam kondisi terbaik juga diharapkan menjadi salah satu penyumbang emas. Demikian pula di nomor beregunya bersama Ahmad Khoirul Baasith dan Arif Dwi Pangestu.

Konsistensi dan mental tanding di laga puncak akan menjadi kunci, terlebih lawan-lawan seperti Vietnam dan Malaysia juga tampil agresif sepanjang SEA Games kali ini.

Selain panahan, menembak membuka peluang panen emas dari nomor individu dan beregu, juga ada empat nomor final yang akan melibatkan atlet Indonesia. Cabang ini kerap menghadirkan kejutan, tetapi Indonesia memiliki atlet berpengalaman yang terbiasa tampil di final dengan tekanan tinggi.

Harapan besar juga datang dari pencak silat. Sebagai cabang tradisional yang selalu menjadi tulang punggung perolehan emas, Indonesia hampir selalu mampu memaksimalkan peluang di partai final. Hari ini, sejumlah pesilat Merah Putih tampil langsung di laga puncak.

Ada empat pesilat Indonesoa yang akan tampil di Final. Muhammad Zaki Zikrillah akan menantang atelt Thailand di kelas C (55-60kg), Safira Dwi Meilani menghadapi wakil Vietnam di kelas B (50-55kg), Tito Hendra Septa Kurnia bertemu wakil Malaysia di final kelas E (65-70 kg) dan Khoirudin Mustakim kelas under 45 kg.

Dayung yang juga menjadi langganan penyumbang medali emas, hari ini juga memainkan empat nomor final atlet Indonesia. Kita berharap dominasi Dayung Indonesia masih berlanjut.

Di nomor lightweight single sculls putri, Indonesia menaruh harapan pada Lola Hanarina Blegur. Konsistensinya sepanjang kompetisi membuat peluang naik podium tertinggi terbuka, terutama menghadapi rival-rival utama dari Asia Tenggara.

Sektor putra juga menghadirkan peluang melalui nomor double sculls yang diperkuat Rendi Setia Maulana dan Memo Febrian. Kekompakan dan ritme kayuhan menjadi kunci bagi pasangan ini untuk bersaing di lintasan final.

Pada nomor lightweight pair putra, Aprianto Ferdiansyah berpasangan dengan Denni Maulidzar Al Ghiffari. Nomor ini dinilai memiliki persaingan ketat, namun pengalaman dan daya tahan fisik keduanya menjadi modal penting untuk menjaga peluang emas tetap terbuka.

Sementara itu, nomor quadruple sculls putri yang diperkuat Issa Behuku, Nurtania Mutiara Rahma Putri, dan Chelsea Corputty juga berpotensi menyumbang hasil maksimal. Soliditas tim dan konsistensi start hingga finis akan sangat menentukan hasil akhir.

Dengan beberapa nomor final yang dipertandingkan, cabang dayung berpeluang memberi kontribusi signifikan bagi Indonesia dalam upaya mendekati, bahkan mengunci, target perolehan emas di SEA Games 2025.

Sejumlah cabor di antaranya triathlon, catur, tenis meja, bowling, loncat indah, hingga muay thai ikut menyajikan final emas yang melibatkan atlet Indonesia. Jika sebagian besar final mampu dimaksimalkan, tambahan emas dalam jumlah signifikan bukan hal mustahil.

Namun, Republika mencatat bahwa kunci utama bukan sekadar jumlah final yang dimainkan, melainkan efektivitas di laga puncak. Kegagalan mengonversi peluang emas di satu-dua cabang bisa berdampak besar pada perburuan target harian.

Hari ini, SEA Games bukan hanya soal menjaga posisi di klasemen, tetapi juga tentang menegaskan konsistensi Indonesia sebagai kekuatan olahraga Asia Tenggara. Jika performa di final berjalan sesuai harapan, angka 80 emas bisa terkunci lebih cepat dari perkiraan. Namun jika hari ini tak terwujud, besok sepertinya target tersebut akan tercapai.

Jadwal Final Perebutan Medali Emas Indonesia

Hari ke-8 SEA Games 2025

Rabu, 17 Desember 2025

Triathlon ( emas yang diperebutkan 3)

07.00 WIB – Estafet beregu putra (final)

07.45 WIB – Estafet beregu putri (final)

11.00 WIB – Estafet beregu campuran (final)

Balap Sepeda (Jalan Raya) (1)

09.00 WIB – Individual road race putri (final)

Dayung (4)

09.30 WIB – Lightweight single sculls putri (final)

09.45 WIB – Double sculls putra (final)

10.15 WIB – Lightweight pair putra (final)

10.45 WIB – Quadruple sculls putri (final)

Panahan (Recurve) (4)

10.00 WIB – Beregu putri vs Malaysia (final emas)

11.00 WIB – Beregu putra vs Vietnam (final emas)

14.00 WIB – Individu putri vs Vietnam (final emas)

14.40 WIB – Individu putra vs Malaysia (final emas)

Pencak Silat (4)

10.00 WIB – Kelas C putra (55–60 kg) vs Thailand (final)

10.30 WIB – Kelas B putri (50–55 kg) vs Vietnam (final)

11.00 WIB – Under 45 kg putra vs Singapura (final)

11.30 WIB – Kelas F putra (65–70 kg) vs Malaysia (final)

Menembak (4)

12.15 WIB – 25 m air pistol putri individu (final)

12.15 WIB – 25 m air pistol putri beregu (final)

14.30 WIB – 50 m rifle 3 position putri individu (final)

14.30 WIB – 50 m rifle 3 position putri beregu (final)

Bowling (Tenpin) (1)

17.00 WIB – Ganda putri (final)

Tenis Meja (2)

19.00 WIB – Ganda putri (final)

19.00 WIB – Ganda putra (final)

Biliar dan Snuker (1)

18.00 WIB – Snuker tunggal putri (final)

Muay Thai (1)

13.00 WIB – Wai Kru putra (final)

Catur (1)

15.00 WIB – Beregu putra Makruk Chess Classic (final)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement