REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memerintahkan blokade “total dan menyeluruh” terhadap semua kapal tanker minyak yang masuk dan keluar Venezuela yang dikenai sanksi AS. Menurutnya negara itu telah dikepung oleh armada AS dalam jumlah besar.
“Hari ini, saya memerintahkan BLOKADE TOTAL DAN SEPENUHNYA TERHADAP SEMUA TANKER MINYAK YANG DISANKSI masuk dan keluar Venezuela,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, Selasa waktu AS.
“Venezuela sepenuhnya dikelilingi oleh Armada terbesar yang pernah berkumpul dalam Sejarah Amerika Selatan,” kata Trump menambahkan. Ia berdalih, pengepungan itu terkait pencurian aset AS dan banyak alasan lainnya.
“Termasuk Terorisme, Penyelundupan Narkoba, dan Perdagangan Manusia, Rezim Venezuela telah ditetapkan sebagai ORGANISASI TERORIS ASING,” Trump menambahkan.
Komentar Trump muncul seminggu setelah pasukan AS menyita sebuah kapal tanker minyak yang terkena sanksi di lepas pantai Venezuela. Sementara Washington memerintahkan penambahan besar-besaran pasukan militer AS di lepas pantai Venezuela dalam sebuah operasi yang dikatakan menargetkan penyelundupan narkoba.
Militer AS telah membunuh sedikitnya 95 orang sejak September dalam serangan terhadap puluhan kapal di wilayah timur Samudera Pasifik dan Laut Karibia dekat Venezuela, yang oleh para ahli hukum internasional dikritik sebagai pembunuhan di luar proses hukum.
Washington mengklaim kapal-kapal tersebut terlibat dalam perdagangan narkoba namun tidak memberikan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut.
Caracas telah lama mengatakan pengerahan pasukan AS ke wilayah tersebut bertujuan untuk memungkinkan “kekuatan eksternal merampok kekayaan minyak dan gas Venezuela yang tak terukur”.
Meskipun memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, Venezuela menghadapi pembatasan ekspor yang ketat dalam beberapa tahun terakhir di bawah sanksi AS yang pertama kali diberlakukan pada masa kepresidenan Trump yang pertama.
Kantor pers pemerintah Venezuela tidak segera menanggapi unggahan terkini Trump. Namun sebelum pengumuman pada Selasa, Maduro memuji Venezuela karena “terbukti menjadi negara yang kuat” dalam menghadapi tekanan AS.
“Venezuela mempunyai waktu 25 minggu untuk mengecam, menghadapi dan mengalahkan kampanye agresi multidimensi, mulai dari terorisme psikologis hingga pembajakan kapal corsair yang menyerang kapal tanker minyak,” kata Maduro di televisi pemerintah, Selasa. “Kami telah bersumpah untuk membela tanah air kami, dan perdamaian serta kebahagiaan bersama akan menang.”




