REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Pramono Anung membenarkan lokasi pengeroyokan serta perusakan yang menewaskan penagih hutang atau mata elang (matel) di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12) malam terjadi di lahan Pemerintah Provinsi DKI.
"Memang lokasinya itu lokasi Pemprov DKI," kata Pramono di peresmian Gereja HKBP Ressort Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu.
Pramono mengatakan sampai saat ini persoalan yang ada di Kalibata masih ditangani kepolisian. Terlebih, kasus ini melibatkan banyak orang mulai dari pedagang, mata elang, maupun warga sekitar sehingga membutuhkan proses hukum yang panjang.
"Jadi, kami menunggu persoalan hukumnya selesai," ucapnya.
Pihaknya memastikan permasalahan sampai selesai terlebih dahulu, hingga mampu memberikan pernyataan pada waktu yang tepat.
Pemerintah Provinsi DKI mempersiapkan penataan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terkena dampak dari kasus premanisme atau pengeroyokan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
Polisi telah menetapkan enam tersangka pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12), hingga menyebabkan dua orang berinisial MET dan NAT meninggal dunia.
Lihat postingan ini di Instagram