REPUBLIKA.CO.ID, BENER MERIAH -- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, pemerintah akan mengganti semua rumah yang hanyut dan hilang akibat bencana banjir di Pulau Sumatera. Saat mengunjungi korban bencana di posko pengungsian SMPN 2 Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Prabowo menyampaikan, pemerintah telah mengerahkan puluhan helikopter dan pesawat untuk mengirimkan bantuan.
"Kita akan atasi, kita akan bergerak bersama. Kita sudah kerahkan puluhan helikopter, puluhan pesawat, kita sudah siapkan juga. Kita sudah rencana untuk mengganti semua rumah yang hanyut, yang hilang," kata Prabowo saat berbincang dengan para pengungsi.
Prabowo menekankan, penanganan masalah banjir tidak bisa diselesaikan secara instan. "Kita butuh kesabaran dari bapak-ibu sekalian karena tidak bisa kita seketika selesaikan semua itu. Saya minta maaf, Presiden Indonesia tidak punya tongkat Nabi Musa," ucapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam menangani bencana, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat keamanan. Dia pun memastikan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan korban bencana sendirian.
Prabowo beserta seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah akan terus memantau perkembangan yang terjadi di lapangan. RI 1 juga menekankan, upaya pemulihan berjalan berkelanjutan, serta memberikan dukungan penuh bagi masyarakat yang terdampak.
"Kita akan bersama bapak-bapak, ibu-ibu. Bapak-bapak, ibu-ibu tidak akan sendiri, kita akan bersama," ucap prabowo. Sebelumnya, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran sekitar Rp 51 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dasar pascabencana banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera.