Rabu 10 Dec 2025 16:37 WIB

Kebakaran Tewaskan 22 Orang, Ini Kesalahan Fatal Gedung Terra Drone Menurut Pramono

Gedung tersebut tidak dipersiapkan dengan rescue saat kebakaran.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Teguh Firmansyah
Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau Gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025).
Foto: Republika/Bayu Adji P.
Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau Gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 22 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi di Gedung Terra Drone, kawasan Cempaka Putih, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). Para korban meninggal dunia karena terjebak di dalam gedung yang terbakar karena tidak ada jalan keluar.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengaku telah langsung meninjau kondisi gedung yang mengalami kebakaran itu pada Selasa sore. Ia juga sudah berkomunikasi dengan jajaran TNI, Polri, pemadam kebakaran, dan pemerintah kota. Dari hasil komunikasi itu, diketahui bahwa gedung tersebut tidak dipersiapkan dengan baik.

Baca Juga

"Memang problem utamanya adalah gedung tersebut tidak dipersiapkan dengan rescue kalau terjadi kebakaran," kata dia, Rabu (10/12/2025).

Ia mengakui, manajemen telah menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di gedung itu. Di sekitar lokasi juga terdapat hidran sebagai sumber air untuk pemadam kebakaran.

Meski begitu, menurut Pramono, akses keluar masuk ke dalam gedung itu hanya ada satu. Tidak ada jalur evakuasi darurat ketika terjadi kebakaran.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement