REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH, – Pemerintah Aceh mengumumkan pada Minggu pagi (30/11) bahwa mereka akan mengirimkan bantuan tanggap darurat melalui jalur laut ke kabupaten dan kota yang saat ini tidak dapat diakses melalui jalur darat. Bantuan ini merupakan upaya untuk menjangkau wilayah yang terisolasi akibat bencana.
Ketua Tim Penanggulangan Bencana Aceh, M Nasir, yang juga merupakan Sekda Aceh, mengungkapkan bahwa bantuan ini berasal dari BPBA, Dinas Sosial, dan juga bantuan yang tersedia di Lanud Sultan Iskandar Muda. "Bantuan yang akan kita kirimkan ini berasal dari BPBA, Dinsos, dan bantuan yang ada di Lanud Sultan Iskandar Muda," ujarnya di Banda Aceh pada Sabtu (29/11).
M Nasir menjelaskan bahwa tim telah memuat bantuan logistik yang akan dikirim menggunakan kapal cepat ekspres bahari menuju Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa. Rencananya, bantuan tersebut akan bersandar di dua pelabuhan yakni Krueng Geukueh dan Kuala Langsa.
"Artinya, kita terus berupaya melakukan penanganan bencana sambil melakukan pendataan secara menyeluruh yang mencakup semua aspek," tambahnya. Pendataan tersebut melibatkan kebutuhan masyarakat, serta kerusakan sarana dan prasarana termasuk rumah.
Selain menggunakan jalur laut, Pemerintah Aceh bersama dengan TNI juga menyalurkan bantuan melalui jalur udara untuk menjangkau masyarakat yang masih terisolasi. Dengan data-data kerusakan dan jumlah yang dievakuasi, konsentrasi dapat difokuskan di beberapa tempat untuk mempercepat penyaluran logistik yang dimiliki.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.