Sabtu 29 Nov 2025 15:59 WIB

Dari Lanud Halim, TNI Sudah Distribusikan 76.500 Ton Bantuan ke Lokasi Bencana

Beberapa bantuan, seperti stasiun pemancar darurat, bahan-bahan pokok, dan tenda.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Petugas memasukkan logistik bantuan ke pesawat angkut militer milik TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (28/11/2025). Pemerintah mengirimkan logistik bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatra Utara diantaranya makanan cepat saji, genset, perangkat internet, perahu karet serta tenda sebagai upaya tanggap darurat.
Foto: Dok Republika
Petugas memasukkan logistik bantuan ke pesawat angkut militer milik TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (28/11/2025). Pemerintah mengirimkan logistik bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatra Utara diantaranya makanan cepat saji, genset, perangkat internet, perahu karet serta tenda sebagai upaya tanggap darurat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsud) I Marsekal Muda (Marsda) Muzafar mengatakan, TNI sudah mendistribusikan 76.500 ton bantuan ke Pulau Sumatra yang terdampak bencana. Semua bantuan itu berasal dari posko di Pangkalan TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. 

"Yang sudah kami distribusikan sampai saat ini adalah 76.500 ton untuk daerah bencana di Sumatra Utara, dan termasuk di Padang, Sumatra Barat. Jadi, sebanyak itu," ujar Muzafar di saat ditemui di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Sabtu (29/11/2025).

Baca Juga

Muzafar mengatakan, beberapa bantuan tersebut seperti stasiun pemancar (BTS) darurat, bahan-bahan pokok, selimut, perahu karet, tenda, hingga segala hal yang dibutuhkan di daerah bencana. Walaupun demikian, sambung dia, bantuan tersebut bukan berasal dari TNI saja, melainkan gabungan dari berbagai macam instansi.

"Ya, betul. Jadi, instansi yang tergabung ada dari Kemenhan (Kementerian Pertahanan) sendiri, kemudian dari Mabes (Markas Besar) TNI, PLN (PT PLN Persero), PMI (Palang Merah Indonesia), salah satu bank, dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," kata Muzafar.

Sementara itu, menurut dia, berbagai bantuan tersebut disalurkan menggunakan lima pesawat angkut. Kemudian disalurkan dengan 11 helikopter ke daerah-daerah bencana, termasuk yang terisolasi di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement