Rabu 07 Feb 2024 14:56 WIB

Setahun Disandera, Begini Kondisi Pilot Susi Air

TPNPB menyatakan akan membebaskan Philip Mark Mehrtens.

Philip Mark Mehrtens diapit tentara separatis Papua di lokasi yang tak diketahui di Nduga pada 22 Desember 2023.
Foto: Dok TPNPB
Philip Mark Mehrtens diapit tentara separatis Papua di lokasi yang tak diketahui di Nduga pada 22 Desember 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, NDUGA – Hari ini, 7 Februari 2024, genap satu tahun penahanan pilot Susi Air Asal Negara Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Kelompok separatis bersenjata itu melansir kondisi terkini Mehrtens.

Dalam video yang diambil pada 22 Desember 2023 tersebut, Phillips Mark Mehrtens terlihat sangat berkurang berat badannya, rambutnya sudah memancang dengan jambang yang tak tercukur.

Baca Juga

“Saya baik-baik saja. Mereka memperlakukan saya dengan baik. Saya mencoba tetap positif,” ujarnya dalam rekaman tersebut. Ia juga menyampaikan pesan kepada istri dan anak laki-lakinya di Selandia Baru. 

“Komandan akan datang membawa telepon, mudah mudahan kita bisa bicara secepatnya. Saya menyayangi dan merindukan kalian berdua,” kata dia.

 

Sementara itu, pihak TPNPB melansir sejumlah pernyataan terkait setahun penyanderaan tersebut. Poin yang terpenting, mereka menyatakan bersedia membebaskan Mehrtens. “Demi melindungi kemanusiaan dan menjamin hak asasi manusia, maka Manajemen Markas Pusat Komando Nasional, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) akan mengembalikan pilot Philip Mark Mehrtens kepada keluarganya melalui yurisdiksi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).” tulis pernyataan tersebut.

Mehrtens yang ditahan oleh TPNPB, Komando Daerah Pertahanan III Ndugama Darakma dibawah Pimpinan Panglima Daerah Brigadir Jendral Egianus Kogeya pada 7 Februari 2023.  

“Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka menyandera pilot asal Selandia Baru sesungguhnya bukan merupakan target utama, melainkan jaminan atas pelanggaran pemerintah Indonesia mengizinkan penerbangan sipil memasuki di wilayah perang antara Pasukan TPNPB-OPM dan Militer Indonesia,” tulis pernyataan yang dibagikan Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom tersebut.

Pada hari ini, pemerintah Selandia Baru juga meminta pembebasan Mehrtens. Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters mengatakan warga Selandia Baru tersebut telah menyediakan “jalur udara dan pasokan penting ke masyarakat terpencil” pada saat dia diculik.

“Kami sangat mendesak mereka yang menahan Philip untuk segera melepaskannya dan tanpa cedera. Penahanannya yang terus-menerus tidak menguntungkan kepentingan siapa pun,” kata Peters dalam sebuah pernyataan untuk menandai satu tahun sejak pilot tersebut diambil alih.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement