Selasa 16 Jan 2024 21:22 WIB

PT Pusri Butuh 195 BBTUD Gas Bumi untuk Produksi Pupuk Hingga 2026

Jaminan ketersediaan gas sebagai bahan baku produksi pupuk harus aman

Pekerja mengoperasikan alat berat untuk memindahkan karung pupuk urea bersubsidi
Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI
Pekerja mengoperasikan alat berat untuk memindahkan karung pupuk urea bersubsidi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---PT Pusri Palembang yang merupakan anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) selalu memastikan terpenuhinya tanggung jawab Pusri yaitu menjaga ketahanan pangan nasional. Saat ini, Pusri sedang menjalankan proyek pengembangan pembangunan Pabrik Pusri III-B.

Menurut Direktur Utama Pusri, Daconi Khotob, kebutuhan gas bumi Pusri sampai dengan  2026 adalah sebesar 195 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD). 

Baca Juga

"Serta setelah revitalisasi Pabrik, kebutuhan gas bumi Pusri sampai dengan Tahun 2035 meningkat menjadi 200 BBTUD," ujar Daconi, dalam keterangan resminya, Selasa (16/1/2024).

Daconi menjelaskan, beberapa produsen yang memasok gas di Pusri yaitu, Pertamina EP, Medco E&P Grissik LTD, Tropic Energi Pandan, Medco E&P Indonesia dan Medco E&P Lematang. Dengan volume masing-masing produsen berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 91.K/MG.01/MEM.M/2023 tentang Penggunaan Gas Bumi Tertentu dan Harga Gas Bumi Tertentu, yaitu harga terendah di 5,1 dolar Amerika per MMBTU dan harga tertinggi di 6,45 dolar Amerika per MMBTU.

“Sebagai perusahaan pupuk pertama di Indonesia, serangkaian upaya guna meningkatkan efisiensi energi juga terus kami laksanakan. Hal ini bertujuan agar industri dapat terus tumbuh dan pemanfaatan gas bumi dapat lebih optimal lagi, sebagai sumber pemenuhan kebutuhan energi nasional di masa depan," kata Daconi.

Pusri pun terus berupaya menjaga agar operasional Produksi Pupuk berjalan sesuai target yang ditetapkan pada Rencana Kerja Anggaran Perusahaan setiap tahunnya. Dalam hal ini jaminan ketersediaan gas sebagai bahan baku produksi pupuk harus dalam kondisi aman dan terpenuhi.  Audiensi dengan Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto digelar di Kantor SKK Migas, Wisma Mulia Lt.37, Jakarta, Selasa (16/1/2024).

Terkait kebutuhan gas dan Gas Balance Pusri, kata dia, ketersediaan gas ini menjadi faktor utama bagi Pusri, dalam melaksanakan produksi pupuk. Agar dapat terus mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pada audiensi tersebut disampaikan juga bahwa pihak SKK Migas sangat mengutamakan supplai Gas terhadap industri Pupuk.   

“Melalui pertemuan langsung antara Pusri dengan SKK Migas hari ini diharapkan kerja sama yang selama ini sudah terjalin dapat terus dilakukan. Semoga sinergi ini dapat memberikan dampak positif berkelanjutan dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional serta meningkatkan produktivitas pertanian”, papar Daconi.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement