Senin 20 Nov 2023 19:03 WIB

Pemprov Sumbar Gandeng BRAC Atasi Angka Kemiskinan Ekstrem

Kemiskinan ekstrem Sumbar tercatat 23.253 jiwa.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Lida Puspaningtyas
Ilustrasi kemiskinan ekstrem.
Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Ilustrasi kemiskinan ekstrem.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah telah menandatangani komitmen awal atau Letter of Intent (LoI) antara Pemprov Sumbar dengan Building Resources Across Communities (BRAC) Internasional, terkait Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Graduasi. Kesepakatan ini dilakukan sebagai langkah percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Sumbar menuju angka nol persen pada 2024.

 

Baca Juga

Mahyeldi mengatakan persoalan kemiskinan berkaitan erat dengan berbagai dimensi kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan, jaminan masa depan, hingga peranan sosial.

 

 

“Kita diminta peduli pada kondisi kerentanan, kondisi ketidakberdayaan, dan kondisi ketidakmampuan serta ketersisihan. Kehadiran Tim dari BRAC International di Sumbar kita harapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya percepatan penurunan kemiskinan secara nasional ,” kata Mahyeldi, Senin (20/11/2023).

 

Menurut Gubernur, penandatanganan Lol dengan BRAC Internasional adalah langkah efektif dalam percepatan penanggulangan kemiskinan, dan sangat sejalan dengan program kemiskinan nasional yang menargetkan turunnya angka kemiskinan, terutama angka kemiskinan ekstrem menjadi 0 persenpada tahun 2024.

 

Menurut data BPS pada Maret tahun 2023, kemiskinan ekstrem Sumbar menurut Mahyeldi turun dari 0.77 persen atau 43.671 jiwa menjadi 0.41 persen atau 23.253 jiwa. Artinya, sebanyak 20.418 jiwa telah berhasil dikeluarkan dari status kemiskinan ekstrempada selama periode Maret 2022 hingga Maret 2023.

 

"InsyaAllah dengan bantuan dan fasilitasi dari BRAC ini, kita akan lebih cepat dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem ke angka 0 persen pada tahun 2024," ucap Gubernur berharap.

 

 Dalam kesempatan yang sama, Country Lead BRAC International, Abdurrahman Syebubakar, mengatakan kesepakatan LoI dengan Pemprov Sumbar merupakan yang pertama kali dilaksanakan oleh pihaknya di Indonesia.

 

"Ini menjadi sejarah bagi BRAC Internasional secara global. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemprov Sumbar," ucap Abdurrahman.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement