Selasa 14 Nov 2023 13:26 WIB

Ingat! Menteri Arie Budi Sebut Sistem Judi Online Dipastikan Buat Bandar Selalu Untung

Menkominfo ingatkan judi online dapat merusak masa depan generasi muda

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi di Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (27/10/2023).
Foto: Republika/Ronggo Astungkoro
Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi di Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (27/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengajak para pelajar untuk ikut menjauhi judi online atau judi slot. Budi Arie mengatakan, saat ini Indonesia sedang mengalami darurat judi online.

Tak hanya kalangan dewasa, judi online juga mulai menjerat para pelajar. "Judi online atau judi slot atau gacor telah menjerat para pelajar, sudah banyak ditemukan kasus siswa-siswa yang kecanduan judi online hingga melakukan tindak kriminal pencurian," ujar Budi Arie dikutip dalam keterangannya pada Selasa (14/11/2023).

Budi Arie melanjutkan, hanya dengan bermodal ponsel dan uang puluhan ribu, banyak masyarakat yang tergiur untuk bertaruh mencoba peruntungan. Namun, bukannya untung justru para korban mengalami kerugian.

"Tapi, tahukah adik-adik? Situs judi online ini sudah diatur sistemnya agar bandar judi selalu untung dan kita kencanduan untuk terus menghabiskan uang, ada yang diatur agar bisa memang awalnya, menang pada waktu-waktu tertentu dan berbagai macam modus lainnya," kata Budi Arie.

 

Ketua Relawan Projo ini pun mengingatkan judi online dapat merusak masa depan generasi muda karena membuat lupa untuk belajar dan mengembangkan potensi. Hal ini dapat berakibat ruang pendidikan hilang, prestasi gagal tercapai dan banyak hal terbuang sia-sia.

"Judi online dapat merusak masa depan adik-adik pelajar, terjebak dalam lingkaran judi yang merugikan yang membuat kalian lupa waktu untuk lebih tekun belajar mencapai cita-ciata," ujar Budi Arie.

Ia juga meminta para pelajar dapat memanfaatkan internet dan ruang digital dengan bijak untuk belajar dan membuat konten yang positif. Menurutnya, mengakses situs judi online berpotensi menimbulkan pencurian data sehingga mengancam keamanan data pribadi dan menghabiskan kuota dan uang jajan para pelajar.

"Lebih baik kalian menggunakan internet untuk belajar, bikin konten konten yang positif dan kreatif serta mengembangkan skill untuk bersaing pada era digital saat ini dan masa mendatang," ujarnya.

Menkominfo menyebut pemberantasan judi online perlu melibatkan peran aktif seluruh pihak termasuk para pelajar. Sebagai agen perubahan, para pelajar berperan penting dalam membantu memberantas judi online.

"Kalian harus kuat menolak godaan judi online, dan mengingatkan teman, saudara bahkan anggota keluarga lain agar tidak terjerumus pada praktik judi online," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement