Kamis 26 Oct 2023 17:45 WIB

Din Syamsuddin: Janganlah yang Tua-Tua Ingin Jadi Presiden, Sindir Prabowo?

Deklarator KAMI Din Syamsuddin mengaku mendukung pasangan Anies-Muhaimin.

Rep: Eva Rianti/ Red: Erik Purnama Putra
Eks Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin bertemu Presiden PKS Ahmad Syaikhu.
Foto: Dok PKS
Eks Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin bertemu Presiden PKS Ahmad Syaikhu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengungkapkan secara gamblang dan mantap bahwa dirinya mendukung pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Abdul Muhaimin Iskandar (Amin) sebagai capres-cawapres pada Pemilu 2024. Dia menyebut, kedua sosok tersebut merupakan pemimpin muda yang berintegritas.

 

Baca Juga

Din pun menyinggung agar yang sudah berumur tidak perlu lagi maju sebagai pemimpin negara. Hal itu disampaikan oleh Din saat bersama sejumlah pimpinan ormas Islam mengunjungi Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (26/10/2023), usai bertemu Presiden PKS Ahmad Syaikhu.

"Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar ideal bagi masyarakat Indonesia masa depan. Selain muda, janganlah yang tua-tua ingin jadi presiden," kata Din dalam konferensi pers, Kamis.

 

Din mengibaratkan dirinya yang saat ini menginjak usia 65 tahun tidak ada keinginan sama sekali untuk menjadi presiden. Pun jika ada yang mengusung ikut kontestasi Pilpres 2024.

 

"Saya ini enggak terlalu tua pun tidak terlalu muda, rasanya enggak mau saya kalau dicalonkan PKS sata akan menolak itu. Apalagi kalau jadi calon wakil presiden, maunya lebih tinggi," ujar Din disambut gelak tawa audiens.

 

Meski begitu, Din tidak menyebutkan capres-cawapres yang dimaksud. Namun, diketahui capres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto berusia 72 tahun. Lalu, cawapres dari PDIP dan koalisinya Mahfud MD berusia 66 tahun.

 

Din menyebut, pasangan Amin merupakan pemimpin yang juga memiliki visi yang besar ke depan. Sehingga, keduanya bisa membawa Indonesia pada kemajuan.

"Satu ideal, yang kedua visioner. Punya visi tentang Indonesia masa depan dan punya pengetahuan luas tentang masalah-masalah global. Ini jangan main-main buat rakyat Indonesia," tutur Din.

Menurut Din, Indonesia saat ini, berada di pusaran pertumbuhan global dengan pergeseran geopolitik dan geostrategis. Sehingga memerlukan pemimpin yang visioner yang bisa menerjemahkan nilai-nilai dasar kebangsaan yang ada pada Pembukaan UUD 1945, seperti Sukarno.

 

"Trisakti Bung Karno berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, berkepribadian secara budaya, saya yakin bisa diterapkan oleh Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar," ujar deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tersebut.

Kawal isu identitas Amin...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement