Rabu 25 Oct 2023 00:03 WIB

Warga NU Diberi Pilihan Tertutup Tiga Pasang Capres-Cawapres, Ini Hasilnya Menurut Survei

Survei Alvara Research Center memotret pilihan politik warga NU jelang Pilpres 2024.

Sejumlah santri melambaikan tangan ketika mengikuti apel Hari Santri Nasional di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/10/2023). Kegiatan memperingati Hari Santri Nasional 2023 yang dihadiri sejumlah pejabat pemerintah hingga tokoh ulama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta ribuan santri tersebut mengangkat tema Jihad Santri, Jayakan Negeri.
Foto: ANTARA FOTO/ZABUR KARURU
Sejumlah santri melambaikan tangan ketika mengikuti apel Hari Santri Nasional di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/10/2023). Kegiatan memperingati Hari Santri Nasional 2023 yang dihadiri sejumlah pejabat pemerintah hingga tokoh ulama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta ribuan santri tersebut mengangkat tema Jihad Santri, Jayakan Negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Febryan A, Nawir Arsyad Akbar, Ronggo Astungkoro

Survei terbaru Alvara Research Center memotret pilihan politik warga Nahdlatul Ulama (NU) jelang Pilpres 2024. Ternyata, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang diusung PKB, partai yang selama ini dianggap sebagai representasi politik NU, tak banyak dipilih oleh kaum Nahdliyin. 

Baca Juga

Peneliti Senior Alvara Research Center Lilik Purwandi menjelaskan, pihaknya mengetahui pilihan politik warga NU dengan lebih dulu menanyakan kepada semua responden apakah merasa dekat/terafiliasi dengan ormas NU. Hasilnya, 40,7 persen dari total responden mengaku terafiliasi dengan NU. 

Responden yang warga NU itu lantas diberikan pilihan tertutup tiga pasangan capres-cawapres. Hasilnya, 36,7 persen warga NU memilih pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. 

 

Lalu, 33,2 persen kaum Nahdliyyin memilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming. Adapun warga NU yang memilih pasangan Anies-Imin (Amin) hanya 13,8 persen. Selain itu, ada 13,8 persen yang belum menentukan pilihan. 

"Terjadi persaingan ketat pada pemilih NU, meskipun saat ini menyebar lebih banyak pada pemilih Ganjar-Mahfud MD" kata Lilik lewat siaran persnya, Selasa (24/10/2023). 

Secara keseluruhan, survei yang dilakukan pada 1–6 Oktober 2023 di semua provinsi ini menemukan bahwa elektabilitas Ganjar-Mahfud berada di urutan pertama dengan raihan 36,5 persen. Lalu disusul pasangan Prabowo-Gibran dengan elektabilitas 30,1 persen dan Anies-Imin dengan tingkat keterpilihan 19,4 persen. Masih ada 13,9 persen responden yang belum menentukan pilihan. 

Lilik menyebut, berdasarkan hasil sigi tersebut, Pilpres 2024 berpotensi berlangsung dua putaran. Putaran kedua kemungkinan akan diikuti oleh pasangan Ganjar-Mahfud dan Prabowo-Gibran. 

Sebagai gambaran, pilpres digelar satu putaran saja apabila ada pasangan capres-cawapres yang memperoleh 50 persen lebih suara dari total suara sah. Apabila tidak ada, maka harus dilaksanakan pilpres putaran kedua alias pemilih mencoblos ulang. 

Pilpres putaran kedua diikuti oleh dua pasangan yang memperoleh suara terbanyak pada putaran pertama. KPU menjadwalkan pencoblosan putaran kedua pada 26 Juni 2023. "Pasangan terpilih diperkirakan baru akan diketahui pada bulan Juli 2024 nanti," kata Lilik. 

Survei ini melibatkan 1.517 responden berusia 17 tahun ke atas dari seluruh provinsi di Indonesia, yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Terhadap setiap responden dilakukan wawancara tatap muka. Toleransi kesalahan atau margin of error survei ini sebesar 2,52 persen dan tingkat kepercayaannya 95 persen.

 

photo
Komik Si Calus : Dinasti - (Daan Yahya/Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement