Selasa 10 Oct 2023 07:45 WIB

Warga Senang Tiket Kereta Cepat Beda Rp 50 Ribu dengan Kereta Argo Parahyangan

Kereta Cepat cukup nyaman, meski menempuh kecepatan hingga 351 kilometer per jam.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Erik Purnama Putra
Diorama Kereta Cepat Jakarta Bandung di Stasiun Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (3/10/2023).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Diorama Kereta Cepat Jakarta Bandung di Stasiun Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (3/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyampaikan rentang harga tiket Kereta Cepat Whoosh akan berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 350 ribu untuk sekali perjalanan. Namun, untuk sementara ini Whoosh masih menerapkan tiket gratis yang direncanakan hingga 16 Oktober mendatang.

Warga Bekasi, Jawa Barat, Awan Rosyadi, yang turut menjajal gratis Kereta Cepat pada Senin (9/10/2023), menilai Kereta Cepat cukup nyaman, meski menempuh kecepatan hingga 351 kilometer per jam.

Dia menilai, bila nantinya tiket berbayar telah diterapkan dengah harga Rp 250 ribu, masih cukup menarik bagi pengguna. Hal itu bila dibandingkan dengan Kereta Argo Parahyangan yang dikelola PT KAI.

"Argo Parahyangan kelas Eksekutif Rp 200 ribu, dengan kelas ekonomi di Kereta Cepat 250 itu sudah setara dengan experience di Argo Parahyangan. Jadi beda harga Rp 50 ribu itu worth it, sih," kata Awan saat ditemui di Stasiun Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (9/10/2023).

Namun, menurut dia, apabila tarif yang ditetapkan sebesar Rp 300 ribu, menjadi kurang menarik. "Kembali lagi kalau kita ambil Argo Parahyangan Rp 200 ribu, Kereta Cepat Rp 300 ribu, berarti nambah setengahnya," ujarnya.

Awan mengatakan, waktu tempuh Jakarta-Bandung setelah mencoba naik Kereta Cepat membutuhkan waktu 45 menit. Hal itu ketika penumpang naik dari Stasiun Halim kemudian turun di Stasiun Padalarang dengan waktu sekitar 30 menit.

Setelah itu, penumpang melanjutkan perjalanan menggunakan kereta feeder menuju Stasiun Kereta Bandung sekitar 15 menit. Waktu tempuh sama dari arah sebaliknya.

Awan menilai, keberadaan Kereta Cepat sangat cocok bagi pebisnis yang ingin menyingkat waktu. Sebaliknya, untuk wisata masih banyak pilihan lain yang lebih murah.

Sementara itu, warga Depok, Farhan, yang turut menjajal gratis Whoosh mengatakan hal senada. Dengan kenyamanan yang diperoleh tiket seharga Rp 250 sangat dapat diterima oleh konsumen.

Dia menilai, Kereta Cepat juga cukup menarik bila dipakai berwisata agar waktu wisata di Bandung dapat lebih lama dengan menyingkat waktu perjalanan. "Buat jalan-jalan oke banget sih," ujar Farhan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement