Rabu 27 Sep 2023 11:45 WIB

Polisi Dalami Dugaan Motif Perundungan dalam Kasus Tewasnya Siswi SD di Jaksel

Sejauh ini sudah ada empat orang saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut.

Rep: Eva Rianti/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi.
Foto: Dok www.freepik.com
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polres Metro Jakarta Selatan mendalami motif dari kasus dugaan bunuh diri siswi SD, yang melompat dari lantai 4 gedung sekolahnya di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Sejauh ini sudah ada empat orang saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut.

 

Baca Juga

"Untuk saat ini kami sudah melakukan pemeriksaan empat orang saksi. Dua orang guru dan dua orang murid," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro kepada Republika.co.id, Rabu (27/9/2023).

 

 

Bintoro menjelaskan, pemeriksaan saksi-saksi telah dilakukan saat olah tempat kejadian perkara (TKP) pascaperistiwa melompatnya korban, Selasa (26/9/2023). Namun, dari keterangan para saksi, kepolisian belum bisa menyimpulkan motif dari aksi yang bersangkutan.

 

Kepolisian juga sudah melakukan pengecekan dari kamera tersembunyi atau CCTV. Dari hasil rekaman CCTV, ada dugaan ke arah aksi percobaan bunuh diri.

 

"Masih belum kita simpulkan (motif korban melakukan aksi percobaan bunuh diri), karena yang jelas kan butuh tahapan-tahapan proses pemeriksaan. Kalau sudah terang baru kita sampaikan," kata dia menjelaskan.

 

Saat disinggung adanya indikasi perundungan atau bullying, Bintoro menegaskan dirinya belum bisa menyimpulkan. "Sejauh ini kami belum dapat (soal bullying), kami dalami dulu. Belum ada dugaan sementara, intinya kami masih mendalami peristiwa ini," kata dia.

 

Bintoro telah mengonfirmasi siswi SD yang meninggal dunia di lingkungan sekolahnya bukan terjatuh, melainkan melompat dari lantai 4. Mulanya kepolisian menyebut korban terjatuh saat tengah bermain di pilar lantai 4 sekolahnya. Korban diketahui sempat dilarikan ke RSUP Fatmawati Jakarta Selatan, tetapi nyawa korban akhirnya tidak dapat tertolong.

Kehidupan adalah anugerah berharga dari Allah SWT. Segera ajak bicara kerabat, teman-teman, ustaz/ustazah, pendeta, atau pemuka agama lainnya untuk menenangkan diri jika Anda memiliki gagasan bunuh diri. Konsultasi kesehatan jiwa bisa diakses di hotline 119 extension 8 yang disediakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes juga bisa dihubungi pada 021-500-454. BPJS Kesehatan juga membiayai penuh konsultasi dan perawatan kejiwaan di faskes penyedia layanan
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement