Selasa 26 Sep 2023 20:34 WIB

BNPB: Jawa Hingga Nusa Tenggara Waspada Kekeringan September-Oktober

Waspada terhadap potensi kekeringan pada 25 September - 1 Oktober 2023.

kekeringan - ilustrasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada masyarakat di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara waspada pada potensi kekeringan pada 25 September - Oktober.
kekeringan - ilustrasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada masyarakat di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara waspada pada potensi kekeringan pada 25 September - Oktober.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada masyarakat di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara untuk waspada terhadap potensi kekeringan pada 25 September - 1 Oktober 2023.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dari siaran daring yang diikuti di Jakarta, Selasa (26/9/2023), menyebut wilayah tersebut dinilai Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memiliki tingkat kemudahan pembakar lapisan permukaan tanah.

"Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara harus tetap waspada dan distribusi air bersih tetap harus dilakukan," kata Abdul.

Abdul juga mencatat wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara masih memiliki potensi dampak kekeringan yang dapat memengaruhi tingkat kemudahan terbakar dari lahan yang ada.

 

Namun, di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya wilayah di atas garis ekuatorial, potensi bencana hidrometeorologi basah dapat terjadi. Sehingga, pada pekan tersebut, Indonesia mendapatkan dua bencana hidrometeorologi secara bersamaan.

Abdul mengimbau masyarakat di wilayah Sumatra bagian tengah ekuatorial ke utara untuk segera mengevakuasi diri apabila hujan lebih dari 1 jam dan mengganggu objek penglihatan.

"Selain itu, hindari berada pada kawasan yang terdampak bencana, seperti banjir di Pariaman kemarin, ada longsor di daerah pinggir sungai, tapi masyarakat berkumpul cukup banyak, karena tidak bisa ditebak, ekskalasi daerah terdampak itu terjadi dengan sangat cepat," kata Abdul.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement